Sunatpenak.com – Apakah sunat harus puasa dulu? Ayah dan Bunda memiliki pertanyaan yang sama? Ini adalah pertanyaan yang hampir sering ditanyakan orang tua bahkan kadang oleh si kecil sendiri.
Sunat atau khitan tidak mewajibkan si kecil untuk puasa ya Ayah dan Bunda. Anak tetap boleh makan dan minum seperti biasa, sebelum proses sunat dimulai. Itulah kenapa, penting bagi Ayah dan Bunda cerdas dan teliti dalam memilih tempat sunat anak.
Sebab, layanan khitan yang terbaik, akan memberikan penjelasan lengkap dan mampu menjawab kekhawatiran Ayah dan Bunda.
Dengan begitu, maka Ayah dan Bunda tidak perlu repot membatasi makanan atau minuman kesukaan si kecil, kecuali nanti ada petunjuk khusus langsung dari dokter ya. Yuk, simak penjelasannya supaya makin tenang berikut ini!
Anggapan Sunat Harus Puasa
Saran puasa itu pada awalnya dibuat demi keamanan saat menggunakan bius total. Sebab, kalau perut masih penuh saat anak tidur lelap karena bius menyeluruh, maka akan ada risiko makanan naik ke kerongkongan dan menghalangi napas.
Itulah sebabnya bedah besar memang mengharuskan perut kosong dulu. Aturan ini sudah dipakai bertahun-tahun di dunia medis untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
Namun, untuk sunat kondisinya tentu sangat berbeda. Bius yang dipakai hanya bekerja di area kecil saja, kesadaran anak tetap utuh dan dia bisa merespon apa saja. Jadi risiko yang ditakutkan tadi itu hampir tidak ada, makanya syarat puasa tidak perlu diterapkan.
Refleks tubuh untuk menelan atau batuk pun berjalan normal seperti biasanya. Hal ini membuat keberadaan makanan di dalam perut tidak lagi menjadi hal yang dikhawatirkan.
Alasan Sunat Tidak Perlu Puasa
Berbeda dengan operasi besar yang memang memerlukan persiapan ketat, sunat tergolong tindakan medis ringan dengan penanganan yang jauh lebih sederhana. Kebanyakan syarat puasa yang selama ini diketahui sebenarnya tidak relevan lagi jika diterapkan pada proses khitan yang aman dan cepat saat ini.
Setiap aturan persiapan medis selalu disesuaikan dengan jenis obat bius serta luas area tubuh yang ditangani. Oleh sebab sifat dan cara kerja sunat sangat berbeda.
Maka, syarat persiapannya pun otomatis menjadi jauh lebih santai dan tidak memberatkan anak. Berikut alasan kenapa sunat tidak perlu puasa dulu!
1. Kondisi Tubuh Tetap Stabil

Kalau anak tetap makan dan minum seperti biasa, badannya tetap kuat dan stabil. Si kecil tidak akan lemas, pusing, atau gula darahnya turun drastis hanya gara-gara menahan lapar terlalu lama. Semua hal yang bisa membuat anak tidak nyaman ini bisa kita hindari sejak awal.
Asupan makanan yang cukup juga menjaga suhu tubuh tetap normal dan tidak mudah menggigil saat tiba di lokasi. Emosi anak pun tidak mudah berubah drastis akibat rasa lapar yang mengganggu kenyamanan. Ini membantu anak tetap tenang sepanjang proses persiapan berlangsung.
Tubuh yang terisi cukup gizi dan cairan pastinya lebih siap menghadapi proses apa pun. Anak pun jadi lebih ceria dan tidak mudah rewel karena perutnya lapar. Cadangan energi dari makanan membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal dari awal hingga selesai.
2. Tidak Mengganggu Proses Sunat

Sunat dilakukan menggunakan bius lokal, bukan bius total yang membuat tidur lama. Obatnya hanya mematikan rasa sakit di area yang ditangani saja, jadi anak tetap sadar sepenuhnya.
Karena tidak ada efek tidur mendalam, makanan di perut tidak akan naik ke atas atau mengganggu apapun. Refleks alami tubuh seperti batuk atau menelan tetap berjalan lancar sebagaimana mestinya.
Tidak ada risiko gangguan pernapasan yang sering dikhawatirkan pada jenis bius yang lebih berat. Kondisi perut pun tidak akan mempengaruhi cara kerja obat bius di area yang dituju.
3. Pemulihan Nyaman dan Cepat

Perut yang terisi makanan justru memberi energi lebih buat tubuh memperbaiki dirinya setelah tindakan. Anak jadi lebih kuat dan proses penyembuhan berjalan lebih lancar.
Sebaliknya kalau menahan lapar, bisa-bisa dia malah lemas dan susah tenang sesudahnya. Asupan gizi yang cukup membantu sel-sel tubuh bekerja lebih cepat menutup luka secara alami.
Tubuh yang bertenaga juga lebih tangguh melawan risiko peradangan ringan yang biasa terjadi. Anak pun tidak merasa terganggu dengan rasa perih atau tidak nyaman akibat perut kosong.
Kenyamanan anak adalah hal yang sangat diutamakan. Kalau dia bisa makan dan minum sesuka hati seperti hari biasa, suasana hatinya pun bagus dan masa pemulihannya jadi jauh lebih menyenangkan. Rasa lapar yang hilang membuat anak bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan.
Persiapan yang Penting Dilakukan
Tahukah Ayah dan Bunda bahwa ada persiapan atau hal penting lainnya yang jauh lebih dibutuhkan oleh si kecil? Anak justru dapat tidur nyenyak di malam sebelumnya.
Maka, pastikan si kecil istirahat cukup supaya badannya segar dan emosinya stabil saat hari H. Jelaskan dengan nada lembut dan positif saja, jangan membuat anak takut berlebihan.
Hindari menuturkan cerita seram atau membandingkan dengan rasa sakit orang lain. Berikan pengertian bahwa proses ini hanya sebentar dan demi kesehatan si kecil.
Lakukan persiapan barang dengan santai agar suasana rumah tetap tenang. Anak yang rileks sejak di rumah biasanya akan lebih berani saat tiba di lokasi.
Bawalah baju longgar yang mudah dipakai. Selain itu, kehadiran Ayah dan Bunda yang tenang jauh lebih ampuh bikin anak merasa aman. Siapkan juga perlengkapan ganti yang bersih dan nyaman untuk dipakai sesudahnya.
Baca Juga : Sunat Modern Terbaik di Wonogiri
Layanan Sunat Terpercaya untuk Anak
Jadi intinya, sunat tidak harus puasa dulu ya. Anak bebas makan dan minum seperti biasa, dan hal ini justru lebih aman, tidak mengganggu proses, serta bikin pemulihan lebih nyaman. Hanya di kondisi medis yang sangat jarang dan khusus saja mungkin ada saran yang berbeda.
Segala persiapan khusus semacam itu akan disampaikan secara jelas dan terpisah jauh sebelum hari pelaksanaan. Tidak perlu menerapkan puasa sendiri, apalagi jika hanya karena mendengar informasi yang belum tentu cocok.
Setiap kebutuhan penyesuaian akan dijelaskan secara langsung sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak. Klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri, sudah menangani lebih dari 16.574 anak dengan metode sunat yang aman, minim sakit, dan sangat ramah anak.
Sejak berdiri pada tahun 2003, klinik ini senantiasa mengikuti perkembangan teknologi terbaru demi kenyamanan si kecil. Klinik juga buka 24 jam penuh, sehingga bisa dihubungi kapan saja jika ada kendala saat penyembuhan.
Lokasi utama klinik berada di Wonogiri, Jl. Manggis No.11, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, serta cabang di Karanganyar dan Sukoharjo.
Untuk jadwal atau tanya-tanya lebih lanjut, Ayah dan Bunda bisa menghubungi di nomor atau mengunjungi situs resmi yang ada di link berikut ini!
Alamat Klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri, Manggis 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681
WhatsApp : +6281-2264-1127
Website : sunatpenak.com


