Anak tidak buang air kecil seharian

5 Penyebab Anak Tidak Buang Air Kecil Seharian & Solusinya

Sunatpenak.com – Apakah jika anak tidak buang air kecil seharian itu normal Bun? Ayah maupun Bunda pun akan mulai merasa khawatir saat menyadari bahwa si kecil belum buang air kecil seharian penuh.

Setiap anak bisa mengalami perubahan frekuensi buang air kecil yang berbeda-beda, karena faktor kebiasaan, asupan cairan, atau kondisi tubuh tertentu. Di artikel ini, Anda akan mengetahui penyebab anak jarang buang air kecil dalam sehari beserta solusi praktis yang bisa Anda lakukan di rumah!

Berapa Kali Anak Normal Buang Air Kecil?

Sebelum menilai kondisi si kecil masuk kategori bahaya atau masih dalam fase yang normal, yuk Ayah Bunda cari tahu tahu dulu kira-kira berapa kali sih normalnya anak buang air kecil.

Frekuensi bak anak

Anak yang cukup minum, normalnya buang air kecil minimal setiap 6-8 jam. Untuk bayi, tanda paling mudah yaitu popok basah minimal 4-6 kali sehari. Kalau sudah melewati seharian penuh tanpa pipis atau popok kering lebih dari 8 jam pada bayi kondisi ini layak diwaspadai dan dicari penyebabnya.

Penyebab Anak Tidak Buang Air Kecil Seharian

Penyebabnya bisa dikelompokkan jadi dua garis besar yaitu produksi urine yang memang sedikit, atau urine yang diproduksi tapi sulit keluar. Pada anak laki-laki, penyebab yang nomor dua lebih sering dijumpai dibanding anak perempuan. Ini penjelasannya!

1. Faktor Dehidrasi

Faktor Dehidrasi 

Apabila cairan yang masuk sedikit, maka yang keluar pun sedikit. Anak yang sedang demam, diare, muntah-muntah, atau sekadar kurang minum di cuaca panas bisa kehilangan banyak cairan tubuh.

Pada anak laki-laki yang super aktif bermain di luar, dehidrasi ringan sering tidak disadari oleh orang tua sampai popok atau frekuensi pipisnya menurun drastis. Berikut tanda-tanda yang menyertai:

  • Bibir dan mulut kering.
  • Mata terlihat sedikit cekung.
  • Anak lemas, lebih rewel atau justru lebih pendiam.
  • Pada bayi: ubun-ubun tampak cekung, menangis tanpa air mata.

2. Fimosis

Fimosis

Ini penyebab yang khas terjadi pada anak laki-laki. Fimosis adalah kondisi kulit kulup yang terlalu sempit sehingga tidak bisa ditarik membuka kepala penis.

Pada kasus yang berat, lubang kulup menjadi sangat kecil sampai urine keluar hanya menetes, menggelembungkan ujung kulup saat pipis, atau pada kondisi terparah tersumbat sama sekali. Urine yang tertahan bisa memicu infeksi berulang, dan ini termasuk kondisi yang perlu evaluasi oleh dokter.

3. Anak Menahan Pipis Lama

Anak Menahan Pipis Lama 

Percaya atau tidak, banyak kasus “tidak pipis seharian” pada anak usia 3-8 tahun ternyata karena anak sengaja menahannya. Penyebabnya beragam, dari karena keasyikan bermain, takut toilet sekolah, tidak nyaman dengan toilet jongkok, atau pernah kesakitan saat pipis sehingga kapok.

Kalau ditahan terus-menerus, kandung kemih akan meregang berlebihan dan akhirnya anak benar-benar sulit untuk pipis meski kandung kemihnya penuh. Ciri khasnya yaitu, anak terlihat gelisah, memegang-megang area perut bawah atau kemaluan, menggoyang-goyangkan badan atau menyilangkan kaki, tapi menolak saat diajak ke toilet.

4. Retensi Urine Pasca Sunat

Retensi Urine Pasca Sunat

Ini penting diketahui oleh Ayah Bunda yang anaknya baru saja disunat. Dalam 24 jam pertama setelah disunat, sebagian anak mungkin memilih untuk menahan pipis karena takut nyeri dan pada beberapa kasus, bengkak di sekitar luka bisa membuat aliran urine terasa tidak lancar.

Kondisi ini pada umumnya bersifat sementara, tapi tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Sebab, jika anak setelah sunat belum pipis sama sekali dalam periode tersebut, segera hubungi klinik tempat anak sunat.

5. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Pada ISK, anak bisa mengalami nyeri saat pipis sehingga tanpa sadar menahannya. Pada kasus yang lebih jarang, ada kelainan bawaan saluran kemih yang membuat urine tidak lancar.

Anak laki-laki dengan fimosis punya risiko ISK lebih tinggi karena kotoran dan bakteri mudah menumpuk di bawah kulup yang sempit. Berikut tanda yang menyertainya:

  • Demam tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri atau perih saat pipis, anak menangis sebelum/saat berkemih.
  • Urine keruh atau berbau menyengat (saat akhirnya keluar).
  • Nyeri perut bawah atau pinggang.

Tanda Bahaya: Harus Segera ke Dokter atau IGD?

Sebagian besar kasus bisa ditangani dengan perbaikan asupan cairan di rumah. Namun, Ayah Bunda wajib segera membawa anak ke dokter atau IGD jika menemukan salah satu kondisi berikut:

  • Tidak pipis lebih dari 8 jam pada bayi, atau 12 jam pada anak yang lebih besar.
  • Anak terus menangis ingin pipis tapi tidak ada urine yang keluar.
  • Demam tinggi, muntah berulang, dan tampak sangat lemas.
  • Tanda dehidrasi berat: mata cekung, ubun-ubun cekung pada bayi, napas cepat, cubitan kulit kembali lambat.
  • Kondisi ini terjadi pada anak yang baru disunat dan tidak membaik dalam beberapa jam.

Baca Juga: Metode Sunat untuk Anak Fimosis

Solusi untuk Dilakukan di Rumah

Selama tidak ada tanda bahaya di atas, ini langkah-langkah yang bisa Ayah dan Bunda coba sambil memantau kondisi si kecil:

  1. Genjot asupan cairan bertahap, tawarkan minum sedikit-sedikit tapi sering (air putih, kuah sup, atau oralit bila anak sedang diare/demam).
  2. Cek tanda dehidrasi yaitu bibir, mata, ubun-ubun (pada bayi), dan keaktifan anak, bila membaik setelah minum dan mulai pipis, kemungkinan besar penyebabnya dehidrasi.
  3. Bujuk pipis dengan suasana santai, rendam bokong anak di air hangat, alirkan suara keran, atau biarkan anak pipis berdiri di luar ruangan (untuk anak laki-laki, kadang lebih rileks).
  4. Jangan dimarahi atau dipaksa, tekanan justru membuat anak makin menahan dan beri apresiasi kecil setiap ia berhasil pipis.
  5. Jadwalkan “toilet time” rutin, ajak ke toilet tiap 2-3 jam untuk memutus kebiasaan menahan.
  6. Jaga kebersihan area genital, bersihkan dengan benar setelah pipis, terutama pada anak dengan kulup yang sempit.

Jika setelah upaya di atas anak tetap tidak pipis dalam beberapa jam berikutnya, atau muncul tanda bahaya apa pun, berhenti mencoba di rumah dan segera bawa ke tenaga medis.

Baca Juga: Perlengkapan Sunat Anak Laki-Laki

FAQ: Seputar Anak Tidak Buang Air Kecil

Apakah anak habis sunat tidak pipis itu normal?

Menahan pipis beberapa jam pertama karena takut nyeri masih sering terjadi dan umumnya sementara. Tapi jika anak tidak pipis sama sekali lebih dari 8-12 jam pasca sunat, segera hubungi klinik terdekat.

Apakah menahan pipis berbahaya bagi anak?

Jika sesekali, umumnya tidak masalah. Tapi kebiasaan menahan pipis jangka panjang bisa meregangkan kandung kemih, memicu infeksi saluran kemih, dan pada kasus berat mengganggu fungsi ginjal.

Tempat Sunat Untuk Anak

Anak tidak buang air kecil seharian bisa disebabkan banyak hal, dari dehidrasi ringan yang cukup diatasi dengan minum, kebiasaan menahan pipis, sampai kondisi medis seperti fimosis dan infeksi saluran kemih yang butuh penanganan dokter.

Pada anak laki-laki, fimosis dan retensi urine pasca sunat adalah dua penyebab khas yang perlu dikenali orang tua. Dan yang paling penting yaitu, kenali tanda bahayanya, jangan menunda pemeriksaan, dan jangan pernah mengandalkan pengobatan coba-coba di rumah untuk kasus yang sudah disertai nyeri atau perut membesar.

Kalau Ayah Bunda ingin merencanakan atau mulai konsultasi kebutuhan sunat si kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi. Tim Klinik Sunat Asy-Syifa Wonogiri, Sunat Penak siap menjadi mitra keluarga Anda. Mulai konsultasi, klik link di bawah ini!

Website Resmi: sunatpenak.com

Alamat: Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri, Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681

WhatsApp: +62 812-2641-127

 

Hubungi Kami

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top