Sunatpenak.com – Kesehatan anak laki-laki kadang ada hal yang perlu diperhatikan. Salah satu kondisi yang perlu diketahui Ayah Bunda yaitu parafimosis, keadaan di mana kulup penis yang ditarik ke belakang tidak bisa kembali ke posisi semula.
Kondisi ini biasanya muncul pada anak yang belum disunat atau sebagian disunat. Parafimosis tidak hanya membuat anak bisa merasakan sakit dan tidak nyaman, tapi juga bisa menghambat aliran darah ke ujung penis.
Selain itu, kondisi ini juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius dan bisa berpengaruh pada kesehatan anak di kemudian hari. Sayangnya, banyak Ayah Bunda belum mengetahui apa itu parafimosis, apa saja tanda dan gejalanya, serta langkah yang harus diambil jika hal ini terjadi pada anak mereka.
Itulah mengapa di artikel ini, Ayah Bunda akan mendapatkan penjelasan mengenai parafimosis, tanda yang harus diperhatikan, hingga cara menangani dan mencegahnya yang tepat. Yuk, simak penjelasannya selengkapnya agar Ayah Bunda siap menghadapinya jika terjadi pada anak tercinta.
Penyebab Parafimosis pada Anak
Parafimosis adalah kondisi medis yang terjadi ketika kulup penis anak yang ditarik ke belakang tidak bisa dikembalikan ke posisi semula yang menutupi ujung penis. Kondisi ini berbeda dengan fimosis, yaitu keadaan di mana kulup tidak bisa ditarik ke belakang sama sekali.
Pada saat kulup terjepit di belakang ujung penis, maka aliran darah dan cairan tubuh ke bagian tersebut akan terganggu. Hal ini membuat anak merasakan sakit dan tidak nyaman, sementara ujung penis dan kulup yang terjepit akan membengkak perlahan.
Salah satu penyebab parafimosis yang paling sering terjadi adalah menarik kulup secara tidak tepat. Banyak kasus muncul ketika Ayah Bunda atau anak sendiri menarik kulup terlalu kuat atau sebelum kulup siap, karena pada umumnya, kulup anak baru bisa ditarik dengan sendirinya saat usia 3 hingga 7 tahun.
Penyebab lain yang perlu diperhatikan yaitu, prosedur medis atau kondisi kesehatan tertentu, misalnya saat anak menjalani pemasangan kateter urine atau pemeriksaan penis, jika kulup yang ditarik tidak segera dikembalikan, bisa menyebabkan kondisi ini.
Infeksi pada area penis seperti balanitis, atau kondisi yang membuat kulit kulup kaku dan kurang lentur seperti iritasi dari gigitan serangga atau penyakit kulit tertentu juga bisa meningkatkan risiko parafimosis.
Tanda dan Gejala Parafimosis Anak
Tanda dan gejala parafimosis pada anak muncul dengan ciri khas yang perlu dikenali segera, sebab kondisi ini termasuk darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat. Ayah Bunda yang mengenali setiap gejala dengan benar akan bisa mengambil langkah tepat untuk melindungi kesehatan buah hati. Berikut adalah gejala utama yang perlu diketahui!
1. Kulup Tidak Bisa Dikembalikan

Tanda utama parafimosis adalah kulup yang ditarik ke belakang tidak bisa dikembalikan ke tempatnya yang menutupi ujung penis. Hal ini terjadi setelah aktivitas seperti membersihkan area penis, pemeriksaan medis, atau ketika anak menarik kulup sendiri.
Anak yang masih kecil mungkin tidak bisa menjelaskan kondisi yang dialaminya dengan jelas. Jadi, Ayah Bunda perlu memperhatikan jika melihat kulup berada di belakang ujung penis dan tidak bisa dipindahkan kembali. Bahkan jika anak belum mengeluh rasa sakit, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi masalah lebih berat.
2. Rasa Sakit dan Ketidaknyamanan

Rasa sakit muncul sebagai gejala awal setelah kulup terjepit. Anak menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman seperti menangis terus-menerus, sering menyentuh area penis, dan merasa tidak enak saat berpakaian atau bergerak.
Intensitas rasa sakit semakin meningkat jika tidak segera ditangani. Beberapa anak juga akan menunjukkan perubahan perilaku seperti lebih rewel dari biasanya, sulit tidur, atau tidak mau makan karena rasa tidak nyaman yang dirasakan.
Ketika disentuh atau saat membersihkan area sekitar penis, anak akan menunjukkan reaksi menyakitkan seperti menjauh atau menangis lebih keras.
3. Pembengkakan di Ujung Penis dan Kulup

Pembengkakan terjadi karena aliran darah dan cairan tubuh ke ujung penis terhambat akibat kulup yang terjepit. Bagian kulup yang terjepit akan terlihat seperti cincin yang menekan ujung penis, sementara ujungnya sendiri menjadi membengkak dan tampak lebih besar dari biasanya.
Pembengkakan ini akan semakin membesar jika tidak segera ditangani. Visualnya cukup jelas untuk dikenali yaitu ujung penis terlihat merah dan membengkak, sedangkan bagian kulup yang terjepit tampak lebih tebal dan kencang.
Kadang-kadang ada juga pembengkakan pada area sekitar pangkal penis yang menyertai kondisi ini. Pembengkakan yang semakin parah bisa membuat proses penanganan menjadi lebih sulit.
4. Perubahan Warna Ujung Penis

Aliran darah yang terganggu akan membuat warna ujung penis berubah dari normal menjadi merah tua, biru, atau kecoklatan. Perubahan warna ini menandakan jaringan kekurangan oksigen dan membutuhkan penanganan segera untuk menghindari kerusakan permanen.
Selain itu, perubahan warna biasanya muncul setelah pembengkakan dan rasa sakit sudah terjadi. Semakin gelap warna yang muncul, semakin serius kondisi yang dialami anak. Hal itu menunjukkan bahwa suplai darah ke jaringan sudah sangat terbatas dan berisiko jika tidak ditangani dalam waktu dekat.
5. Kesulitan atau Nyeri Saat Buang Air Kecil

Anak dengan parafimosis sering mengalami kesulitan saat buang air kecil atau merasakan nyeri saat berkemih. Aliran urine bisa menjadi lebih tipis, keluar dengan tidak lancar, atau bahkan terhenti sebagian karena pembengkakan yang menekan saluran urine.
Dalam beberapa kasus, anak akan menahan buang air kecil karena rasa tidak nyaman yang sangat dirasakan. Selain itu, anak mungkin juga menunjukkan tanda-tanda kesusahan seperti menarik napas dengan berat atau menangis saat mencoba buang air kecil.
Kadang-kadang urine juga bisa terlihat sedikit berwarna merah karena adanya darah akibat iritasi pada saluran urine. Kesulitan buang air kecil tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan pada anak, tapi juga bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
BACA JUGA : Sunat Modern Minim Rasa Sakit
Pencegahan pada Parafimosis Anak
Parafimosis pada anak bisa dicegah dengan langkah perawatan yang tepat pada area penis. Bersihkan area tersebut setiap hari dengan air hangat, untuk anak kecil, cuci bagian luar penis terlebih dahulu selama seminggu pertama.
Setelah itu, tarik kulup perlahan ke belakang sesaat yang bisa dilakukan, bersihkan seluruh bagian dengan hati-hati, lalu segera kembalikan kulup ke posisi semula. Jangan pernah menarik kulup terlalu kuat atau memaksanya jika anak merasa tidak nyaman.
Ajari anak yang sudah cukup besar cara merawat area penis dengan benar. Anak usia 3 tahun ke atas bisa diajarkan untuk menarik kulup dengan lembut dan mengembalikannya setelah membersihkan atau buang air kecil. Hindari menggunakan produk kimia keras atau bedak pada area tersebut karena bisa menyebabkan iritasi dan membuat kulup menjadi kaku.
Jika anak memiliki fimosis atau sering mengalami infeksi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat. Maka untuk mencegah parafimosis secara menyeluruh, sunat juga bisa menjadi pilihan yang dianjurkan oleh tenaga medis.
Di sunatpenak, Klinik Asy-Syifa Wonogiri, menghadirkan layanan sunat modern yang aman, minim rasa sakit, dan mempercepat penyembuhan. Fasilitas dirancang ramah anak dengan suasana ceria untuk mengurangi kecemasan buah hati Anda.
Klinik buka 24 jam dan dikelola oleh tim medis profesional berpengalaman. Kunjungi website resmi kami Sunatpenak atau hubungi langsung ke klinik untuk konsultasi lebih lanjut.
Anda juga bisa mendapatkan diskon menarik jika melakukan sunat bersama teman atau keluarga, serta kesempatan membawa pulang hadiah menarik termasuk sepeda motor. Percayakan kesehatan anak Anda pada Sunatpenak. Informasi selengkapnya klik tautan link yang ada di bawah ini!
Website Resmi : sunatpenak.com
Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681
Whatsapp : +6281 2264 1127


