Sunatpenak.com – Tahukah Ayah dan Bunda, bahwa khitan atau sunat itu bukan ajaran yang baru muncul di zaman modern loh, melainkan syariat yang usianya setua sejarah para nabi?
Jauh sebelum teknologi medis mengenal sunat laser atau bius tanpa suntik, khitan sudah dijalankan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, dilanjutkan oleh para nabi setelahnya, hingga disempurnakan dalam syariat Nabi Muhammad SAW.
Artinya, ketika Ayah dan Bunda mengkhitankan si kecil, sesungguhnya Anda juga sedang menunaikan ibadah yang sambungannya sampai ke Khalilullah, kekasih Allah, Nabi Ibrahim. Sebuah amal yang telah dikerjakan umat beriman selama ribuan tahun.
Berikut penjelasan lengkapnya dan hikmah khitan, baik secara spiritual maupun kesehatan yang perlu diketahui!
Khitan dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an memang tidak menyebutkan istilah “khitan” secara eksplisit. Namun, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW beserta umatnya untuk meneladani ajaran Nabi Ibrahim, dan khitan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran tersebut. Allah berfirman:
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): ‘Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.” QS. An-Nahl: 123.
Dalam ayat lain, Allah SWT juga menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim diuji dengan perintah-perintah yang beliau tunaikan dengan sempurna.
Hukum Khitan dalam Islam Menurut Para Ulama
Bagaimana para ulama menetapkan hukum khitan bagi laki-laki? Ini ringkasannya:
- Jumhur ulama (mayoritas): mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menetapkan hukum khitan bagi laki-laki adalah wajib. Imam Syafi’i bahkan menempatkan khitan sebagai bagian dari syiar Islam yang wajib dilaksanakan.
- Mazhab Hanafi: berpendapat hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan), yang sebagian ulama Hanafi menyebutnya hampir setara wajib karena merupakan syiar agama.
- Adapun khitan bagi perempuan: para ulama berbeda pendapat antara sunnah dan mubah dengan ketentuan yang jauh lebih ringan dan tidak sama dengan khitan laki-laki. Pembahasan ini dikembalikan kepada fatwa ulama yang mu’tabar.
Yang jelas, tidak ada satu pun mazhab yang menganggap khitan laki-laki sebagai hal sepele. Ia adalah syiar Islam, penanda keislaman seorang muslim sekaligus syarat penting terjaganya kesucian dan kesehatan.
Keutamaan dan Hikmah Khitan
Khitan bukan sekadar tradisi atau aturan agama semata, melainkan sebuah ibadah yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan manfaat yang luas, baik bagi jiwa maupun raga. Dan di balik pelaksanaannya juga terdapat banyak keutamaan yang membawa keberkahan dalam hidup, sekaligus menjadi bentuk ketaatan yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
1. Hikmah Spiritual

Secara spiritual, khitan merupakan wujud ketaatan penuh kepada perintah Allah SWT sekaligus bagian dari menjaga kesucian fitrah manusia. Melalui pelaksanaannya, seseorang berupaya membersihkan diri secara lahir dan batin, sehingga hatinya lebih siap menerima cahaya keimanan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
- Meneladani Nabi Ibrahim, menjalankan perintah yang bahkan beliau tunaikan di usia 80 tahun.
- Menyempurnakan fitrah, bagian dari kesucian diri yang diajarkan Rasulullah SAW.
- Syiar keislaman, identitas seorang muslim yang membedakannya.
- Menjaga kesucian ibadah, kebersihan dari sisa najis mendukung sah dan sempurnanya shalat.
- Ketaatan lintas generasi, amal yang dikerjakan umat beriman sejak ribuan tahun lalu hingga kini.
2. Hikmah Kesehatan

Islam tidak mensyariatkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat kebaikan. Para ahli medis modern menemukan sejumlah manfaat kesehatan dari khitan sejalan dengan hikmah yang dipahami para ulama sejak lama:
- Kebersihan lebih terjaga, tanpa kulup, tidak ada lagi tempat penumpukan kotoran (smegma) dan sisa urine.
- Menurunkan risiko infeksi, termasuk balanitis (radang kepala penis) dan infeksi saluran kemih.
- Mencegah fimosis, kondisi kulup ketat yang menyakitkan dan sering memerlukan tindakan medis.
- Mengurangi risiko penyakit menular tertentu, sebagaimana diakui berbagai lembaga kesehatan dunia, termasuk WHO (World Health Organization) yang merekomendasikan sirkumsisi laki-laki sebagai salah satu langkah pencegahan penularan HIV di populasi berisiko tinggi.
3. Hikmah Sosial & Syiar Keislaman

Khitan bukan hanya urusan pribadi antara seorang hamba dan Tuhannya, ia juga memiliki dimensi sosial yang kuat sebagai identitas keislaman:
- Syiar Islam yang tampak, para ulama menegaskan khitan adalah salah satu syiar yang membedakan umat Islam.
- Momen pendidikan keluarga, khitan sering menjadi “perayaan” yang mengajarkan anak tentang keberanian, kedewasaan, dan kebanggaan menjadi muslim sejak dini.
- Ladang amal sosial, tradisi sunat massal dan sunat gratis untuk yatim & dhuafa menjadikan khitan juga sarana kepedulian sesama umat.
Inilah bukti keindahan Islam, yaitu ibadah yang diperintahkan ribuan tahun lalu, hari ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sains modern.
Khitan Masa Kini: Ibadah Mudah dan Nyaman
Bila dulu orang tua khawatir anak menangis ketakutan karena jarum suntik dan jahitan, kini kekhawatiran itu bisa ditinggalkan. Perkembangan teknologi khitan membuat ibadah yang agung ini bisa dijalani dengan jauh lebih nyaman:
- Bius tanpa suntik karena menggunakan bius oles dan bius long time, anak terbebas dari trauma jarum.
- Sunat tanpa jahitan, cukup dengan lem medis khusus. Saat masa penyembuhan pun tidak ada rasa tertarik yang mengganggu.
- Tanpa klem dan tanpa laser, hasil sunat rapi mengikuti bentuk asli.
- Pemulihan cepat bahkan sebagian besar anak kembali beraktivitas normal dalam waktu cepat.
- Ditangani dokter profesional klinik berizin dan terakreditasi Paripurna.
Klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri menghadirkan Sunat Penak, layanan khitan anak menggunakan metode modern yang nyaman dan minim nyeri.
Klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri

Di klinik sunat Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri ini juga menyediakan sunat gratis untuk anak yatim, yatim piatu, dan dhuafa, serta program sunat dengan banyak hadiah. Untuk informasi ini lebih lanjut, cek dan pantau laman resmi sunatpenak.com ya.
Baca Juga : Habis Sunat Boleh Makan Apa Saja
FAQ: Seputar Khitan dalam Islam
Sejak kapan khitan disyariatkan dalam Islam?
Khitan telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Apa hukum khitan bagi laki-laki dalam Islam?
Sebagian besar ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat hukumnya adalah wajib. Sementara itu, ulama mazhab Hanafi memandangnya sebagai sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan. Meski ada perbedaan pandangan hukum, seluruh mazhab sepakat bahwa khitan merupakan syiar Islam yang tidak boleh diremehkan.
Apa saja dalil tentang keutamaan khitan?
Di antaranya: QS. An-Nahl: 123 (perintah mengikuti millah Ibrahim), QS. Al-Baqarah: 124 (ujian kalimat kepada Ibrahim), HR. Bukhari-Muslim tentang Ibrahim berkhitan di usia 80 tahun, serta HR. Bukhari (5891) dan Muslim (257) yang menempatkan khitan sebagai perkara fitrah pertama.
Apakah khitan punya manfaat kesehatan?
Ya. Khitan memudahkan kebersihan area kemaluan, menurunkan risiko infeksi (balanitis, ISK), mencegah fimosis, dan mengurangi risiko penularan penyakit tertentu. WHO bahkan merekomendasikan sirkumsisi laki-laki sebagai langkah pencegahan HIV di populasi berisiko tinggi.
Pada usia berapa anak sebaiknya dikhitan?
Tidak ada batasan usia baku dalam syariat. Khitan boleh dilakukan sejak bayi hingga dewasa, dan semakin dini semakin baik menurut banyak ulama selama kondisi anak sehat. Untuk rekomendasi terbaik sesuai usia dan kondisi si kecil, konsultasikan langsung dengan tim medis Sunat Penak, gratis di sini.
Solusi Sunat Anak dengan Cara yang Nyaman
Khitan bukan sekadar prosedur medis atau tradisi turun-temurun. Ia adalah syariat yang telah hidup sejak zaman Nabi Ibrahim, diperintahkan Allah untuk diikuti, disebut Rasulullah SAW sebagai fitrah pertama manusia, dan ditegaskan para ulama sebagai syiar Islam mayoritas menyebutnya wajib.
Maka ketika Ayah dan Bunda mengkhitankan si kecil, ada dua keutamaan yang diraih sekaligus ketaatan meneladani para nabi, dan ikhtiar menjaga kesehatan buah hati seumur hidupnya.
Dan di zaman sekarang, menunaikan keduanya bisa dilakukan dengan cara yang paling nyaman bius tanpa suntik, tanpa jahitan, dan pemulihan hanya hitungan hari.
Wujudkan dan tunaikan syariat mulia ini bersama tim yang amanah. Konsultasikan jadwal khitan si kecil bersama Sunat Penak sekarang. Hubungi WhatsApp atau datang langsung ke Klinik Asy-Syifa, Ngadirojo, Wonogiri.
Website Resmi: sunatpenak.com
WhatsApp: +62 812-2641-127


