Sunatpenak.com – Apakah anak pernah mendapati semacam putih-putih bertekstur di area penisnya, padahal dia sudah menjalani sunat? Tidak jarang, hal ini membuat banyak dari orang tua langsung khawatir.
Bahkan beberapa orang tua langsung mengira ada yang salah dengan kondisi kesehatan anak atau prosedur yang telah dilakukan. Padahal, zat yang terlihat tersebut bisa jadi adalah smegma yang sebenarnya bisa terjadi secara alami. Apakah itu tanda infeksi pasca sunat?
Apakah prosedur sunatnya tidak berjalan dengan baik? Smegma bisa muncul pada anak setelah sunat. Di artikel ini, Ayah dan Bunda akan mengetahui semua hal yang tentang smegma pada anak pasca sunat. Mulai dari penyebabnya hingga cara menangani serta pencegahannya.
Selain itu, Ayah dan Bunda juga akan mendapatkan informasi layanan sunat yang bisa membantu para orang tua dan buah hatinya dalam menjalani proses sunat dengan aman serta menjaga kesehatan setelahnya.
Penyebab Smegma Setelah Sunat
Banyak orang mengira smegma hanya ada pada anak yang belum disunat saja. Padahal, kondisi tersebut pun bisa muncul bahkan setelah prosedur selesai atau setelah anak sunat. Zat putih yang terlihat terkadang membuat orang tua khawatir tanpa alasan, padahal hal ini seringkali bisa diatasi dengan cara yang sederhana. Bahkan pada anak yang menjalani sunat dengan baik, faktor tertentu masih bisa membuat smegma terbentuk.
Hal seperti itu, tidak selalu jadi tanda masalah serius, namun jika orang tua bisa memahami penyebabnya juga tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Berikut adalah faktor utama yang menyebabkan smegma pada anak laki-laki setelah sunat!
1. Adanya Sisa Kulup Pasca Prosedur

Sunat bertujuan untuk menghilangkan kulup penis, namun terkadang ada juga bagian kecil yang tetap tertinggal. Hal ini bisa terjadi karena teknik prosedur atau kondisi tubuh anak masing-masing. Ruang kecil dari sisa kulup ini menjadi tempat zat-zat alami tubuh menumpuk.
Kulup yang tersisa memiliki kelenjar yang terus memproduksi minyak untuk melembabkan area sekitarnya. Minyak ini kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan sedikit keringat, membentuk zat putih atau kekuningan yang dikenal sebagai smegma.
Sisa kulup juga bisa membuat area tersebut lebih sulit dibersihkan dengan tuntas. Jika dibiarkan, penumpukan smegma berisiko menyebabkan iritasi atau infeksi ringan. Maka dari itu, pastikan Ayah dan Bunda memilih layanan sunat profesional yang menggunakan teknik terkini untuk membantu meminimalkan risiko sisa kulup dari awal.
2. Proses Penyembuhan Luka Pasca Sunat

Setelah sunat, area penis membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh total. Selama masa ini, tubuh secara alami menghasilkan zat untuk membantu penyembuhan, termasuk cairan pelumas dan lapisan pelindung pada kulit.
Biasanya pada hari kedua hingga keempat pasca sunat, akan muncul lapisan kuning atau putih pada luka. Banyak orang tua yang mengira ini adalah masalah, padahal sebagian besar merupakan bagian dari proses penyembuhan alami.
Namun, jika tidak dibersihkan dengan benar, zat-zat ini bisa menggumpal dan bergabung dengan sel kulit mati serta minyak tubuh, membentuk smegma yang lebih jelas terlihat.
Selama penyembuhan, area penis juga cenderung lebih lembab karena penggunaan pembalut atau celana dalam yang melindungi luka. Menjaga kebersihan dan menjadikan area tetap kering bisa membantu mengurangi risiko ini.
3. Kebersihan yang Kurang Optimal

Meskipun penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, cara yang salah atau frekuensi yang tidak cukup bisa menjadi penyebab utama smegma. Adapun, smegma terbentuk ketika minyak, sel kulit mati, dan keringat tidak dibersihkan secara teratur.
Banyak orang tua salah dalam membersihkan area penis anak. Beberapa menggunakan sabun dengan pewangi atau bahan kimia keras, yang menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.
Kadang mereka berpikir produk yang beraroma harum lebih bersih, padahal hal itu justru tidak cocok untuk area yang sedang pulih. Ada juga yang membersihkan terlalu banyak atau dengan kekuatan berlebih, yang sama saja merusak lapisan pelindung alami kulit.
Iritasi ini membuat kulit menghasilkan lebih banyak minyak sebagai perlindungan, yang justru meningkatkan risiko penumpukan smegma. Selain itu, sebagian orang tua juga terlalu khawatir untuk menyentuh area sekitar luka, sehingga kotoran dan zat alami tubuh terus menumpuk.
Pencegahan Smegma Pasca Sunat
Mencegah smegma setelah sunat cukup mudah dilakukan, asalkan Ayah dan Bunda tahu langkah-langkah yang tepat. Hal yang paling penting yaitu, menjaga kebersihan dan memperhatikan kondisi area genital anak secara teratur.
Membersihkan area penis secara teratur adalah hal paling dasar yang harus dilakukan. Pada saat membersihkan, usap dengan lembut dan pastikan setiap bagian, termasuk lipatan kecil yang mungkin ada, juga terjaga kebersihannya.
Pemilihan pakaian dalam dan menjaga area tetap kering juga tidak boleh diabaikan. Pilih yang terbuat dari katun supaya udara bisa masuk dan menjaga area tetap sejuk. Setelah mandi atau membersihkan, keringkan dengan handuk bersih dengan cara menepuk perlahan jangan menggosok karena bisa merusak kulit.
Selain itu, pantau kondisi area penis anak secara berkala dan ajarkan mereka merawat diri sendiri seiring bertambahnya usia. Saat anak sudah cukup besar, ajarkan cara membersihkan diri dengan benar agar menjadi kebiasaan. Jika ada hal yang membuat Anda khawatir, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan bantuan yang tepat.
BACA JUGA : Pantangan Makanan Pasca Anak Sunat
Layanan Sunat di Sunatpenak
Sunat adalah momen penting bagi setiap anak dan keluarga, sehingga memilih tempat yang tepat menjadi hal yang tidak bisa disepelekan. Sunatpenak, Klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri, telah berdiri sejak tahun 2003 dan telah menangani lebih dari 16.574 kasus sunat hingga awal 2025.
Sunatpenak telah menggunakan metode sunat modern tanpa jahitan yang minim rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan. Alat khusus yang digunakan untuk memastikan hasil yang presisi dan mengurangi risiko komplikasi seperti sisa kulup atau infeksi.
Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman juga dilatih khusus untuk menangani anak-anak, sehingga bisa menyesuaikan pendekatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, klinik dirancang dengan suasana ceria dan nyaman untuk mengurangi kecemasan anak saat menjalani prosedur.
Di Sunatpenak juga memberikan panduan lengkap tentang cara merawat luka dan menjaga kebersihan agar masalah seperti smegma bisa dicegah dengan baik. Sunatpenak bukan hanya tempat sunat, melainkan mitra terpercaya bagi Anda dan buah hati dalam menjaga kesehatan serta kepercayaan diri anak di masa depan.
Apakah Anda sedang mencari tempat sunat modern yang aman dan nyaman untuk anak Anda? Jangan biarkan kekhawatiran tentang prosedur atau masalah pasca sunat membuat Anda khawatir. Dapatkan pengalaman sunat yang terbaik bagi anak dalam setiap tahap prosesnya.
Informasi lebih lanjut dan konsultasi hubungi tim sunatpenak melalui tautan link di bawah ini!
Website Resmi : sunatpenak.com
Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681
Whatsapp : +6281 2264 1127


