Tipe Hipospadia

Kenali Tipe Hipospadia yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Sunatpenak.com – Hipospadia merupakan salah satu kelainan bawaan pada alat kelamin laki-laki yang paling sering ditemukan. Secara global, prevalensi kondisi ini bervariasi di berbagai benua.

Kondisi hipospadia ini terjadi ketika proses pembentukan uretra tidak berjalan sempurna selama minggu ke-8 hingga ke-14 perkembangan janin, yang biasanya terjadi akibat gangguan pada sistem hormonal yang mengatur pertumbuhan organ genital pria.

Dalam kasus yang lebih kompleks, hipospadia bisa disertai dengan kelengkungan penis ke arah bawah atau chordee atau bentuk kulup yang tidak normal. Apa saja tipe hipospadia dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut!

Tipe Hipospadia yang Sering Terjadi

Hipospadia diklasifikasikan berdasarkan lokasi lubang uretra yang tidak normal, dengan variasi dari yang paling ringan hingga berat. Setiap tipe memiliki ciri khas sendiri, mulai dari dampak pada fungsi hingga tingkat kesulitan dalam penanganan.

Adanya perbedaan antar tipe ini akan membantu orang tua dan tenaga medis dalam menentukan langkah penanganan yang paling tepat. Berikut uraian selengkapnya!

1. Hipospadia Distal/Granular

Hipospadia Distal/Granular

Ini adalah jenis yang paling sering ditemukan, yang menyumbang sebagian besar kasus di seluruh dunia. Lubang uretra pada tipe ini terletak di bagian kepala penis atau glans, namun tidak tepat di ujungnya seperti kondisi normal.

Menurut data dari CDC dan berbagai pusat kesehatan anak, kasus ini termasuk kategori paling ringan dan terkadang bahkan tidak terdeteksi saat kelahiran hingga pemeriksaan lebih lanjut dilakukan. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan kelengkungan penis atau chordee yang signifikan atau aliran urine yang menyimpang parah.

Banyak kasus bahkan memungkinkan anak untuk buang air kecil berdiri tanpa kesulitan, sehingga terkadang tidak memerlukan operasi segera. Kulup pada anak dengan tipe ini biasanya memiliki bentuk seperti “topi” yang tidak menutupi bagian bawah kepala penis secara sempurna.

2. Hipospadia Subcoronal

Hipospadia Subcoronal

Tipe hipospadia ini menempati posisi kedua dalam hal prevalensi, dengan lubang uretra terletak tepat di bawah pinggiran kepala penis, yaitu antar glans dan batang penis. Tipe ini sering ditemukan saat pemeriksaan fisik setelah kelahiran, terutama jika dokter memperhatikan aliran urine yang menyimpang ke bawah atau ke samping.

Meskipun tidak selalu mengganggu fungsi dasar, kelengkungan ini bisa menjadi masalah saat anak mulai memasuki usia dewasa dan mempengaruhi aktivitas seksual serta kepercayaan diri. Kulup pada tipe ini juga cenderung tidak merata dan hanya menutupi bagian atas kepala penis.

Operasi menjadi pilihan utama untuk memperbaiki posisi lubang uretra dan meluruskan penis. Hasil operasi umumnya memuaskan, dengan sebagian besar anak dapat buang air kecil berdiri normal dan memiliki bentuk penis yang sesuai.

3. Hipospadia Midshaft

Hipospadia Midshaft

Tipe ini memiliki lubang uretra yang terletak di sepanjang batang penis, bisa di bagian tengah atau sedikit ke bawah. Termasuk dalam kategori sedang dan memerlukan evaluasi lebih cermat, karena kemungkinan adanya kelainan tambahan pada sistem kemih atau reproduksi.

Kondisi ini sering disertai dengan kelengkungan penis yang lebih jelas dibandingkan tipe sebelumnya. Aliran urine juga cenderung menyimpang secara signifikan, sehingga anak biasanya harus duduk saat buang air kecil untuk menghindari pemborosan dan ketidaknyamanan. Kadang-kadang ditemukan juga kelainan pada posisi testis, seperti testis yang belum turun sempurna ke dalam skrotum.

Penanganan untuk hipospadia midshaft biasanya melibatkan operasi yang lebih kompleks, terkadang membutuhkan dua tahap prosedur. Dokter akan fokus untuk memperbaiki saluran uretra, meluruskan kelengkungan, serta membentuk penampilan penis yang normal.

4. Hipospadia Penoscrotal

Hipospadia Penoscrotal

Tipe ini punya lubang uretra di pertemuan antara batang penis dan skrotum, termasuk dalam kategori sedang hingga berat. Jenis ini biasanya membuat skrotum yang tampak terbelah menjadi dua bagian atau bifid scrotum dan menyatu dengan bagian bawah penis.

Kondisi ini biasanya disertai dengan kelengkungan penis yang signifikan, bahkan bisa mencapai sudut 30 derajat atau lebih saat ereksi. Selain itu, kemungkinan adanya kelainan lain pada sistem kemih atau kromosom juga lebih besar dibandingkan tipe yang lebih ringan.

Operasi untuk hipospadia penoscrotal memerlukan keahlian khusus dari dokter spesialis urologi anak. Prosedur biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari meluruskan penis, merekonstruksi skrotum menjadi bentuk tunggal, hingga membentuk saluran uretra baru yang mencapai ujung penis.

5. Hipospadia Perineal

Hipospadia Perineal

Tipe hipospadia perineal merupakan jenis paling berat dan jarang terjadi, dengan lubang uretra terletak di belakang skrotum atau dekat dengan anus. Tipe ini sering dikaitkan dengan kelainan kromosom atau kondisi gangguan perkembangan jenis kelamin (DJK), sehingga memerlukan evaluasi menyeluruh sejak dini.

Skrotum pada anak dengan hipospadia perineal biasanya terbelah secara signifikan dan terletak di depan lubang uretra, sementara penis tampak lebih kecil dan menyamping atau ke bawah. Aliran urine keluar melalui area dekat anus, sehingga anak harus duduk saat buang air kecil dan berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih berulang.

Penanganan untuk tipe ini melibatkan tim medis multidisiplin, termasuk urologi, genetika, dan ahli endokrin. Operasi biasanya dilakukan dalam beberapa tahap dan bisa memakan waktu bertahun-tahun, dengan tujuan utama untuk memperbaiki fungsi miksi, membentuk alat kelamin yang sesuai dengan jenis kelamin anak, serta memastikan kemampuan reproduksi di masa depan.

Faktor Risiko dari Hipospadia

Hipospadia terjadi akibat kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi proses pembentukan alat kelamin laki-laki selama kehamilan. Dengan memahami faktor risiko ini dapat membantu calon orang tua mengambil langkah pencegahan dan memastikan deteksi dini jika ada indikasi kelainan.

Faktor genetik memainkan peran penting dalam terjadinya hipospadia, terutama jika ada riwayat keluarga dengan kondisi yang sama. Anak yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan hipospadia memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan bayi tanpa riwayat keluarga.

Mutasi pada beberapa gen tertentu, seperti gen yang mengatur produksi atau respons hormon testosteron juga dapat menyebabkan gangguan dalam perkembangan uretra. Selain itu, kelainan kromosom seperti sindrom Klinefelter atau sindrom Turner pada beberapa kasus juga dikaitkan dengan peningkatan risiko hipospadia.

Kondisi kesehatan ibu dan paparan lingkungan selama kehamilan menjadi faktor risiko lain yang tidak bisa diabaikan. Paparan zat kimia tertentu seperti pestisida, ftalat yang ada pada plastik dan produk perawatan pribadi, estrogen sintetis, serta asap rokok aktif atau pasif juga dapat mengganggu sistem hormonal janin.

BACA JUGA : Tips Merawat Infeksi Luka Sunat Anak

Konsultasi dan Layanan Sunat Terpercaya

Orang tua perlu mempertimbangkan waktu, lokasi, dan dukungan medis secara cermat saat menangani kondisi seperti hipospadia pada anak. Tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, urologi, dan perawat berpengalaman melakukan pemeriksaan menyeluruh serta menjelaskan berbagai opsi penanganan yang tersedia.

Anda bisa mendapatkan panduan khusus yang menyesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan unik setiap anak. Bagi anak dengan hipospadia, dokter akan membahas rencana penanganan yang terintegrasi termasuk penundaan sunat jika diperlukan untuk memastikan kulit kulup dapat digunakan dalam proses rekonstruksi uretra.

Layanan sunat yang terpercaya juga memberikan fasilitas yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan, mulai dari ruang operasi yang steril hingga perawatan pasca prosedur yang komprehensif.

Apakah Anda ingin mendapatkan informasi lengkap tentang sunat atau berkonsultasi untuk anak Anda? Kunjungi Sunatpenak untuk menemukan layanan sunat modern dan terpercaya yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak. Jangan ragu untuk menghubungi tim Sunatpenak untuk membuat janji temu!

 

Hubungi Kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top