Sunatpenak.com – Kenapa lubang pipis berdarah setelah sunat? Pertanyaan satu ini mungkin bisa membuat orang tua atau bahkan anak merasa khawatir.
Menurut World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sirkumsisi pada laki-laki dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual, bahkan memberikan perlindungan terhadap kanker penis.
Namun, seperti halnya prosedur bedah lainnya, sunat juga memiliki potensi komplikasi, dan perdarahan dari lubang pipis sebagai salah satu kondisi yang perlu dikenali dengan baik supaya bisa membedakan antara proses penyembuhan normal dan masalah yang memerlukan penanganan medis segera. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda!
Penyebab Perdarahan Setelah Sunat
Pendarahan dari lubang pipis setelah sunat bisa berasal dari berbagai kondisi anak. Misalnya, mulai dari proses penyembuhan yang normal hingga komplikasi yang memerlukan penanganan medis segera.
Meskipun sunat pada anak laki-laki umumnya aman dan memiliki manfaat kesehatan yang terbukti, beberapa faktor dapat memicu keluarnya darah dari saluran kemih. Berbagai sumber medis terpercaya menjelaskan bahwa penyebab utama dapat dibagi menjadi tiga kategori sebagai berikut!
1. Proses Penyembuhan dan Iritasi Ringan

Iritasi pada area sekitar uretra biasanya juga menjadi penyebab perdarahan dalam jumlah sedikit setelah sunat. Ketika kulup penis dipotong selama prosedur, maka jaringan di sekitar kepala penis dan saluran kemih mengalami trauma ringan yang memicu pembengkakan dan sensitivitas.
Aliran urine yang keluar dapat menyentuh area luka yang masih terbuka, sehingga menyebabkan keluarnya beberapa tetes darah bersamaan dengan urine. Kondisi ini termasuk dalam proses penyembuhan yang normal dan biasanya muncul dalam 3-4 hari pertama pasca-sunat.
Adapun perdarahan yang terjadi tidak akan berlebihan dan dapat berhenti dengan sendirinya dalam waktu singkat. Tidak ada gejala tambahan seperti demam, nyeri hebat, atau kesulitan buang air kecil yang menyertai kondisi ini.
Selain itu, penggunaan perban yang terlalu ketat atau gesekan dari pakaian dalam yang tidak longgar juga bisa memicu iritasi pada area sekitar uretra. Ketika luka mulai mengering dan membentuk keropeng, sedikit perdarahan mungkin terjadi jika keropeng terlepas secara tidak sengaja saat buang air kecil.
2. Infeksi pada Luka Sunat

Infeksi akibat bakteri menjadi penyebab utama perdarahan pada lubang kencing anak pascasunat yang harus Ayah dan Bunda waspadai. Risiko ini muncul akibat kurangnya kebersihan, peralatan medis yang tidak steril, atau sentuhan tangan kotor pada area luka.
Infeksi biasanya muncul dalam beberapa hari setelah sunat dan dapat menyebabkan peradangan yang menyebar ke sekitar uretra. Adapun gejala infeksi yang menyertai perdarahan meliputi kemerahan dan bengkak parah pada kepala penis, keluarnya nanah dengan bau tidak sedap, demam tinggi, serta kesulitan buang air kecil selama lebih dari 12 jam.
Darah yang keluar bisa lebih banyak dan terus-menerus, bahkan membasahi perban yang digunakan untuk melindungi luka. Dalam beberapa kasus, infeksi juga dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut yang tidak normal jika tidak segera diobati.
Pengobatan infeksi memerlukan intervensi medis segera. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi bisa menyebar ke bagian lain dari saluran kemih atau bahkan sistem kemih secara keseluruhan, sehingga meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
3. Cedera Uretra atau Kondisi Medis Dasar

Selanjutnya, cedera pada uretra atau penis dapat terjadi meskipun jarang, biasanya disebabkan oleh teknik sunat yang tidak tepat atau kesalahan selama prosedur. Selain itu, kondisi medis dasar seperti gangguan pembekuan darah juga dapat menyebabkan pendarahan yang lebih banyak setelah sunat.
Gejala yang muncul meliputi pendarahan yang tidak kunjung berhenti meskipun telah diberikan penekanan pada luka, atau munculnya bintik perdarahan di bagian tubuh lain. Komplikasi lain yang dapat menyebabkan pendarahan adalah meatal stenosis atau penyempitan lubang uretra.
Pengobatan untuk cedera atau kondisi medis dasar ini biasanya melibatkan evaluasi klinis menyeluruh dan tindakan medis seperti operasi kecil untuk memperbaiki saluran kemih atau pengaturan obat untuk mengontrol sistem pembekuan darah.
Cara Menangani Perdarahan Setelah Sunat
Lakukan langkah awal penanganan dengan tenang jika menemukan perdarahan dari lubang pipis setelah sunat. Pertama, letakkan anak dalam posisi nyaman dan dorong untuk tetap tenang.
Perhatikan kondisi anak dan bedakan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan perdarahan. Jika perdarahan hanya dalam jumlah sedikit dan berhenti dalam waktu singkat, lanjutkan perawatan lantai dengan menjaga kebersihan area tersebut.
Segera cari bantuan medis jika terjadi tanda-tanda bahaya yang tidak dapat ditangani di rumah. Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan jika pasien mengalami perdarahan lebih dari 30 menit yang membasahi seluruh perban. Waspadai juga gejala serius seperti demam di atas 38°C, tidak bisa buang air kecil lebih dari 12 jam, kepala penis membiru atau menghitam, serta keluarnya nanah berbau tidak sedap.
Jangan memberikan obat sembarangan tanpa resep dokter, karena beberapa obat dapat memperparah perdarahan atau menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan.
Pencegahan Perdarahan dan Komplikasi
Pilih penyedia layanan sunat yang terpercaya dan memenuhi standar medis untuk meminimalkan risiko komplikasi sejak awal. Pastikan prosedur dilakukan oleh dokter spesialis bedah atau tenaga medis yang berpengalaman serta memiliki izin praktik sah.
Beritahu penyedia layanan tentang kondisi medis dasar anak, seperti riwayat gangguan pembekuan darah jika memiliki, alergi obat, atau penyakit kronis lainnya, supaya dapat dilakukan persiapan yang sesuai sebelum prosedur dimulai. Laksanakan perawatan pasca-sunat dengan benar sesuai petunjuk dokter untuk menjaga kebersihan luka dan mencegah perdarahan.
Bersihkan area luka secara teratur menggunakan larutan antiseptik yang direkomendasikan. Gunakan perban steril dan gantilah setiap hari atau segera jika terkontaminasi oleh urine, darah, atau kotoran.
Selain itu, kenakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun untuk mengurangi gesekan serta menjaga area tetap kering dan sejuk. Kelola aktivitas dan pola hidup anak dengan bijak untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah komplikasi. Hindari mengkonsumsi makanan pedas atau minuman berkafein yang dapat meningkatkan risiko iritasi pada area sekitar uretra.
BACA JUGA : Kenali Metode Sunat Klamp pada Anak
Layanan Sunat Anak Aman dan Nyaman
Sekarang, dengan kemajuan teknologi medis dan pendekatan layanan yang lebih humanis, proses sunat dapat dilakukan dengan aman, minim rasa sakit, dan bahkan menyenangkan bagi buah hati. Klinik yang menyediakan layanan sunat anak berkualitas selalu mengutamakan standar keamanan dan kenyamanan dari awal hingga akhir proses.
Tim medis Sunatpenak di Klinik Asy-Syifa Wonogiri, yang terdiri dari dokter umum, perawat bedah terlatih, dan apoteker, menangani setiap anak melalui pendekatan personal sesuai kebutuhan masing-masing. Menggunakan metode modern serta teknologi terkini untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
Kepercayaan orang tua terhadap layanan sunat anak juga didukung oleh kredibilitas klinik dan sistem dukungan pasca-prosedur. Fokus pada kesehatan fisik sekaligus kenyamanan emosional anak menciptakan pengalaman sunat positif tanpa trauma. Klik tautan di bawah ini untuk konsultasi gratis dan memilih metode yang paling cocok untuk buah hati.


