Sunatpenak.com – Pernah mendapati lubang kencing tertutup atau menyempit setelah sunat? Tahukah Anda apa arti dari kondisi tersebut?
Jika Ayah dan Bunda pernah melihat anak sampai menangis dan rewel saat buang air kecil, karena tidak nyaman. Tentu, kondisi tersebut menjadi pertanyaan serta kekhawatiran. Apakah anak mengalami infeksi pasca sunat, komplikasi, dan sejenisnya?
Ternyata, ada penjelasan medis loh Ayah dan Bunda di balik kondisi kenapa lubang kencing tertutup setelah sunat sehingga membuat anak merasa tidak nyaman. Beberapa anak memang mengalami penyempitan lubang kencing setelah sunat, atau disebut dengan meatal stenosis.
Di artikel ini, Ayah dan Bunda akan mengetahui lebih lanjut soal kenapa sih lubang kencing tertutup atau menyempit setelah sunat lengkap, dari penyebab, gejala, sampai apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua.
Jadi, yuk simak sampai akhir supaya tidak salah lagi dalam merawat buah hati tercinta!
Apa Itu Meatal Stenosis
Meatal stenosis adalah kondisi medis di mana lubang saluran kencing (meatus uretra) mengalami penyempitan akibat terbentuknya jaringan parut atau bekas luka di sekitar ujung penis. Penyempitan ini terjadi karena lapisan kulit di ujung penis mengalami iritasi berkepanjangan dan kemudian mengeras.
Itulah kenapa lubang kencing menjadi lebih kecil atau menyempit dari ukuran normalnya. Selain itu, infeksi saluran kemih berulang atau prosedur medis pada uretra juga bisa memicu pertumbuhan jaringan parut yang menyempitkan lubang tersebut.
Kondisi tersebut biasanya baru terdeteksi ketika anak mulai belajar menggunakan kamar mandi dan menunjukkan kelainan pada aliran urine.
Penyebab Meatal Stenosis Setelah Sunat
Penyebab utama meatal stenosis yaitu karena hilangnya perlindungan alami dari kulup setelah sunat. Kulup berfungsi sebagai perisai yang menjaga ujung penis tetap lembap dan terlindung dari gesekan.
Begitu kulup diangkat, maka kepala penis khususnya lubang kencing langsung bersentuhan dengan popok, celana dalam, atau bahan kain lainnya. Gesekan berulang inilah yang menyebabkan iritasi kronis pada jaringan halus di sekitar meatus uretra.
Sel-sel kulit yang terus-menerus teriritasi akan mengalami peradangan, dan dalam proses penyembuhannya, tubuh membentuk jaringan parut yang lebih keras dan kurang elastis. Jaringan parut inilah yang akhirnya menarik dan menyempitkan lubang kencing.
Selain itu, infeksi bakteri pada area bekas luka sunat yang tidak ditangani dengan baik juga bisa memperparah peradangan dan mempercepat pembentukan jaringan parut. Teknik sunat yang kurang tepat, seperti pengangkatan kulup yang terlalu dekat dengan meatus atau perawatan pasca operasi yang tidak optimal, bisa meningkatkan risiko terjadinya meatal stenosis.
Gejala Meatal Stenosis
Mengenali gejala meatal stenosis sejak dini sangat penting agar kondisi tidak bertambah parah. Masalahnya, banyak orang tua yang menganggap perubahan pada pola berkemih anak sebagai hal biasa pasca sunat.
Padahal, beberapa tanda tertentu justru menunjukkan adanya penyempitan yang memerlukan penanganan medis. Gejala meatal stenosis bisa muncul secara bertahap. Mulai dari yang ringan hingga yang cukup mengganggu aktivitas anak sehari-hari. Berikut adalah gejala-gejala yang perlu Anda waspadai!
1. Urin yang Tidak Normal

Normalnya, urin keluar lurus ke bawah dengan aliran yang stabil. Namun pada anak dengan meatal stenosis, pancaran urin bisa menyimpang ke atas, ke samping, atau bahkan terbelah menjadi dua arah sekaligus.
Kondisi ini terjadi karena lubang yang menyempit memaksa urin keluar melalui celah yang sangat kecil dengan tekanan tinggi, sehingga arah keluarnya menjadi tidak terkendali. Anda bisa mengamati gejala ini saat anak buang air kecil.
2. Kesulitan Buang Air Kecil

Anda mungkin melihat anak menahan napas, mengepalkan tangan, atau bahkan menangis karena harus berusaha ekstra keras untuk mengeluarkan urin. Otot perut mereka tegang, wajah memerah, dan tubuh kaku mirip seperti saat seseorang mengejan untuk buang air besar.
Kondisi ini terjadi karena lubang yang menyempit menciptakan resistensi atau hambatan terhadap aliran urin. Kandung kemih harus bekerja lebih keras untuk mendorong urin keluar melalui celah yang sangat kecil.
Beberapa anak bahkan menahan kencing lebih lama dari seharusnya karena takut atau malas menghadapi proses yang menyakitkan. Kebiasaan menahan buang air kecil ini justru bisa membahayakan karena bisa menyebabkan infeksi saluran kemih atau bahkan refluks urin ke ginjal.
3. Lubang Kencing Tampak Sempit

Secara visual, lubang kencing pada anak dengan meatal stenosis terlihat jelas berbeda dari kondisi normal. Ujung penis juga bisa terlihat lebih kering, kemerahan, atau bahkan ada lapisan kulit keras di sekitar lubang kencing.
Perubahan bentuk ini terjadi akibat proses pembentukan jaringan parut yang menarik tepi lubang kencing ke dalam. Kulit di sekitar meatus menjadi lebih tebal dan kaku, sehingga lubang yang tadinya elastis dan bisa sedikit melebar saat urin keluar, menjadi kaku dan terkunci dalam posisi menyempit.
4. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Setiap kali hendak berkemih, anak sudah merasa cemas karena tahu akan merasakan sensasi perih, panas, atau nyeri tajam di ujung penis. Rasa sakit ini muncul karena urin yang dipaksa keluar melalui lubang sempit menciptakan tekanan dan gesekan berlebih pada jaringan yang sudah mengalami iritasi.
Rasa nyeri ini bukan hanya terjadi saat urin keluar, tapi bisa berlanjut beberapa saat setelah selesai berkemih. Ujung penis akan terasa panas dan berdenyut karena jaringan yang teriritasi.
Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, anak bisa mengalami trauma psikologis yang membuat mereka takut untuk buang air kecil. Dampak emosional ini tidak boleh dianggap remeh karena bisa mempengaruhi kesehatan mental anak dan menyebabkan masalah perilaku terkait toilet training atau kebiasaan berkemih.
5. Adanya Darah Setelah Buang Air Kecil

Darah bisa terlihat sebagai bercak merah di celana dalam anak, tetesan kecil di ujung penis setelah berkemih, atau bahkan urin yang berwarna kemerahan. Kondisi ini terjadi karena tekanan tinggi saat urin dipaksa keluar melalui lubang yang sangat sempit menyebabkan robeknya pembuluh darah kecil di sekitar meatus uretra.
Jaringan yang sudah mengalami iritasi dan peradangan sangat rapuh, sehingga mudah berdarah saat terkena tekanan atau gesekan. Perdarahan ini biasanya tidak banyak mungkin hanya setetes atau dua tetes tapi tetap menandakan bahwa jaringan di area tersebut sudah dalam kondisi rusak.
Jangan mencoba mendiagnosis sendiri atau menunggu sampai perdarahan berhenti dengan sendirinya. Konsultasi ke dokter perlu dilakukan untuk memastikan penyebab perdarahan dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti infeksi atau penyempitan yang semakin parah.
BACA JUGA : Alasan Sunat Usia Dewasa
Pilih Layanan Sunat Anak Terbaik
Memilih layanan sunat anak yang tepat menjadi hal krusial untuk memastikan proses berjalan aman, nyaman, dan mengurangi risiko komplikasi seperti meatal stenosis. Tempat sunat yang baik akan selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan anak, dengan memperhatikan aspek medis dan psikologis secara menyeluruh.
Percayakan sunat pada ahlinya dengan metode modern dan aman. Sunatpenak Klinik Asy-Syifa Wonogiri telah melayani lebih dari 16.574 anak menggunakan fasilitas nyaman yang menghilangkan rasa takut anak.
Tempat sunat yang baik akan memberikan perhatian khusus pada setiap anak, menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan masing-masing. Tertarik memberikan pengalaman sunat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk buah hati Anda?
Kunjungi Sunatpenak atau hubungi kami langsung untuk konsultasi gratis dan membuat janji temu. Kami siap menjawab semua pertanyaan Anda tentang metode sunat modern, perawatan pasca-sunat. Jadikan Sunatpenak sebagai mitra terpercaya untuk menjaga kesehatan dan kepercayaan diri anak Anda.


