Sunatpenak.com – Infeksi Saluran Kemih (ISK) bukan hanya masalah yang menyerang pada orang dewasa saja, anak-anak, termasuk anak laki-laki, juga berisiko mengalami kondisi tersebut. Meskipun secara umum, anak perempuan lebih rentan setelah masa bayi, data dari Manual MSD Versi Konsumen (Oktober 2023) menunjukkan bahwa bayi laki-laki justru lebih cenderung terkena ISK dibandingkan bayi perempuan.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengenali ciri-ciri ISK pada anak laki-laki serta faktor risikonya supaya bisa mengambil langkah cepat dan tepat. Selengkapnya simak berikut ini!
Apa Itu ISK pada Anak Laki-Laki
ISK pada anak laki-laki, artinya kondisi di mana bagian sistem kemih baik itu ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra terinfeksi oleh mikroorganisme, biasanya bakteri. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab adalah Escherichia coli atau E. coli, yang biasanya hidup di saluran pencernaan.
Bakteri tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui uretra, kemudian menyebar ke atas hingga mencapai kandung kemih atau bahkan ginjal. Pada anak-anak, ISK ini bisa muncul dalam dua bentuk utama, yaitu sistitis atau infeksi hanya pada kandung kemih dan pielonefritis yaitu infeksi yang menyebar ke ginjal.
Sementara itu, pada kasus yang sangat parah, terutama pada bayi baru lahir, bakteri bisa menyebar ke aliran darah dan menyebabkan suatu kondisi yang mengancam nyawa karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi. Sistem kemih anak laki-laki yang masih dalam tahap perkembangan atau memiliki kelainan struktural cenderung lebih mudah mengalami akumulasi bakteri, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Ciri-Ciri ISK Anak Laki-Laki Berdasarkan Usia
Adapun gejala ISK pada anak laki-laki bisa berbeda-beda tergantung pada usia mereka. Berikut adalah ciri-ciri yang perlu diwaspadai berdasarkan kelompok usianya!
1. Bayi (di bawah 1 tahun)

Pada kelompok usia ini, gejala ISK biasanya tidak jelas dan mudah keliru, yaitu dianggap sebagai masalah kesehatan lain. Demam tanpa sebab yang jelas menjadi gejala utama, bahkan bisa menjadi satu-satunya tanda bahwa anak sedang mengalami infeksi.
Selain itu, bayi bisa menunjukkan tanda-tanda seperti muntah, diare, urine yang berbau sangat tidak sedap, dan menjadi lebih rewel atau sulit untuk ditidurkan. Pada kasus yang sangat parah, bayi baru lahir bisa mengalami sepsis yang membuat kondisinya sangat lemah, napas cepat, dan membutuhkan penanganan medis darurat di rumah sakit.
2. Anak Toddler hingga Usia Sekolah

Anak dalam kelompok usia ini mulai bisa mengungkapkan perasaan tidak nyaman yang mereka rasakan. Ciri-ciri ISK yang sering muncul biasanya, rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, serta keinginan yang mendadak dan lebih sering untuk buang air kecil meskipun volume urine yang keluar sedikit.
Anak juga bisa mengeluh nyeri di area perut bagian bawah, yaitu sekitar daerah kandung kemih atau di bagian punggung atas jika infeksi sudah menyebar ke ginjal. Tanda lain yang mudah diamati adalah urine yang berwarna keruh, berbau tidak sedap, atau bahkan mengandung darah. Selain itu, anak mungkin mengalami demam, merasa lesu terus-menerus, dan menolak untuk makan.
3. Anak Remaja (di atas 12 tahun)

Gejala ISK pada anak remaja cenderung mirip dengan yang dialami oleh orang dewasa. Mereka bisa mengeluh nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, dan merasakan nyeri di daerah pinggul atau punggung bagian bawah.
Jika infeksi sudah mencapai ginjal, anak bisa mengalami demam tinggi yang disertai menggigil, serta nyeri yang lebih intens pada sisi tubuh atau punggung. Anak dengan kondisi kesehatan lain seperti diabetes atau yang pernah mengalami cedera pada area panggul memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK, dan gejala yang muncul bisa lebih berat dibandingkan anak sehat.
Faktor Risiko ISK pada Anak Laki-Laki
Sementara itu, setidaknya terdapat beberapa faktor yang membuat anak laki-laki lebih berisiko mengalami ISK. Berikut adalah yang paling umum dan perlu diperhatikan!
1. Belum Disunat

Salah satu faktor risiko terbesar untuk ISK pada anak laki-laki adalah belum melakukan sunat atau khitan. Hal ini karena kulup yang menutupi kepala penis bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, area tersebut sulit dibersihkan secara menyeluruh. Sehingga bakteri mudah menumpuk dan menyebabkan infeksi pada uretra atau kandung kemih.
2. Kelainan Struktural Saluran Kemih

Beberapa anak laki-laki lahir dengan kelainan pada struktur sistem kemih yang membuat mereka lebih rentan terhadap ISK. Contohnya adalah refluks vesiko-ureteral atau (VUR), di mana urine tidak hanya mengalir keluar dari kandung kemih tetapi juga bisa kembali ke arah ginjal.
Urine yang stagnan atau mengalir tidak normal seperti ini menjadi tempat yang cocok bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Kelainan lain seperti penyumbatan saluran kemih juga bisa meningkatkan risiko infeksi.
3. Kebersihan yang Tidak Baik

Kebersihan yang kurang diperhatikan di area genital adalah faktor risiko yang bisa dicegah. Anak yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet, membersihkan area kemaluan dengan cara yang salah.
Misalnya dari belakang ke depan yang bisa membawa bakteri dari anus ke arah uretra, atau mengenakan celana dalam yang terlalu ketat dan tidak sering diganti bisa membuat bakteri mudah masuk ke uretra dan menyebabkan infeksi. Selain itu, anak yang sering bermain di area yang kotor dan tidak membersihkan diri dengan benar juga berisiko lebih tinggi.
4. Sembelit Parah atau Disfungsi Usus

Adapun sembelit yang berkepanjangan atau masalah dengan fungsi usus bisa juga menyebabkan ISK pada anak laki-laki. Tekanan dari tinja yang menumpuk di dalam usus bisa menekan kandung kemih dan mengganggu aliran urine keluar dari tubuh.
Urine yang tidak bisa keluar dengan lancar akan menumpuk di kandung kemih dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Hal ini terutama sering terjadi pada anak-anak kecil yang masih dalam tahap belajar mengontrol buang air besar dan sering mengalami kesulitan saat BAB.
5. Kondisi Kesehatan Lain

Anak laki-laki dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK. Misalnya, anak dengan diabetes yang kadar gula darah tidak terkontrol akan memiliki sistem imun yang lebih lemah, sehingga lebih mudah terkena infeksi.
Anak dengan sistem imun yang lemah karena penyakit lain atau penggunaan obat-obatan tertentu juga berisiko lebih besar. Selain itu, anak yang pernah mengalami ISK sebelumnya memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami infeksi berulang. Pada anak remaja, aktivitas seksual juga bisa menjadi faktor risiko karena bisa membawa bakteri ke area genital.
BACA JUGA : Kelebihan Metode Sunat Modern
Upaya Pencegahan ISK pada Anak
Menjaga kebersihan pribadi menjadi langkah awal yang paling efektif untuk melindungi anak dari risiko ISK. Orang tua perlu mengajarkan dan membantu anak membersihkan area genital dengan cara yang benar.
Mengatur pola minum dan kebiasaan buang air kecil juga berkontribusi besar dalam pencegahan ISK. Para ahli kesehatan menganjurkan sunat bagi anak laki-laki karena terbukti menurunkan risiko ISK hingga sepuluh kali lipat.
Jika Ayah dan Bunda ingin memprioritaskan pencegahan ISK, pertimbangkan prosedur ini sebagai langkah perlindungan terbaik bagi si Kecil. Sunatpenak berbagai pilihan metode sunat modern yang aman, nyaman, dan dilakukan oleh dokter spesialis bedah anak berpengalaman.
Ayah dan Bunda juga akan mendapatkan panduan lengkap tentang perawatan pasca-sunat serta edukasi mengenai upaya pencegahan ISK dan masalah kesehatan lainnya pada anak. Butuh informasi lebih lengkap? Kunjungi situs resmi Sunatpenak atau hubungi tim Sunatpenak secara langsung untuk mulai konsultasi lewat link di bawah ini!


