Sunatpenak.com – Bagaimana cara kencing setelah sunat untuk anak supaya tidak sakit? Sekarang, metode sunat sudah semakin modern, mulai dari teknik tanpa jahitan hingga penggunaan alat bantu untuk meminimalkan ketidaknyamanan, termasuk saat anak melakukan aktivitas sehari-hari seperti kencing.
Cara kencing setelah sunat bukan hanya soal bagaimana anak melakukan gerakan tersebut, melainkan kombinasi dari persiapan sebelum, cara saat proses, hingga perawatan setelahnya.
Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa faktor seperti asupan cairan, jenis celana yang digunakan, dan cara membersihkan area genital punya peran besar dalam mencegah rasa perih atau iritasi.
Penyebab Rasa Sakit Saat Kencing
Rasa sakit atau perih saat kencing setelah sunat tidak terjadi secara kebetulan, ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya dan sebagian besar bisa dicegah dengan perawatan yang tepat. Kondisi ini jarang terjadi pada sunat yang dilakukan dengan metode modern dan dirawat dengan benar.
Namun, jika muncul, penyebabnya bisa diidentifikasi dengan jelas sehingga penanganannya bisa dilakukan segera. Kontak langsung antara urine dengan luka sunat menjadi penyebab utama rasa sakit saat buang air kecil.
Hal tersebut biasanya terjadi ketika anak tidak menjaga posisi penis dengan benar saat kencing, atau menggunakan celana yang tidak sesuai sehingga luka terbuka terkena urine. Selain itu, urine yang terlalu pekat karena kurangnya asupan cairan juga bisa menyebabkan iritasi pada jaringan luka yang masih lembut.
Faktor lain yang menyebabkan rasa sakit adalah infeksi pada area sunat atau saluran kemih. Infeksi bisa muncul jika kebersihan area genital tidak dijaga dengan baik, atau anak sering menyentuh area tersebut dengan tangan yang kotor.
Cara Kencing Setelah Sunat Agar Tidak Sakit
Kencing setelah sunat tidak harus menjadi pengalaman menyakitkan bagi anak. Rasa sakit atau perih hanya muncul ketika ada kontak antara urine dengan luka terbuka, luka terinfeksi, atau area sunat tidak dibersihkan dengan baik.
Berikut adalah beberapa tips praktis agar saat anak kencing tidak merasakan sakit!
1. Pastikan Anak Cukup Minum Air Putih

Ketika anak minum banyak air putih, urine yang dihasilkan akan lebih encer dan tidak terlalu pekat. Kandungan zat kimia dalam urine yang terlalu pekat bisa menyebabkan iritasi pada luka sunat jika terjadi kontak, sehingga membuat anak merasa perih saat buang air kecil.
Orang tua perlu aktif memastikan anak minum air putih secara teratur, bahkan sebelum anak merasa haus. Hindari memberikan minuman manis atau berkafein, karena bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dan membuat urine jadi lebih pekat.
Selain itu, asupan cairan yang cukup juga membantu tubuh menghilangkan bakteri yang mungkin ada di saluran kemih, sehingga mengurangi risiko infeksi yang bisa memperparah rasa sakit saat kencing.
2. Gunakan Celana Khitan Khusus

Celana khitan khusus dirancang untuk menjaga posisi penis agar tidak tergesek atau terkena tekanan saat anak bergerak atau buang air kecil. Bahan kain yang lembut, dapat mengurangi risiko gesekan yang bisa menyebabkan iritasi.
Anda bisa memilih celana khitan yang sesuai dengan ukuran tubuh anak. Pastikan juga untuk mengganti celana setiap hari atau segera jika kotor, karena celana yang lembap dan kotor bisa menjadi sarang bakteri yang menyebabkan infeksi.
Penggunaan celana khitan juga membantu anak merasa lebih nyaman dan tidak malu saat beraktivitas seperti biasa. Desain yang elastis dan memiliki lubang untuk sirkulasi udara membuat area sunat tetap kering dan segar, sehingga mendukung proses penyembuhan dan membuat kencing jadi lebih lancar tanpa rasa sakit.
3. Jaga Kebersihan Area Genital

Kebersihan area sunat setelah kencing sangat penting untuk mencegah infeksi dan iritasi yang bisa menyebabkan rasa sakit. Segera bersihkan area sunat setiap habis buang air kecil sesuai metode yang digunakan. Keringkan bagian luar dengan tisu dan bagian dalam tabung menggunakan cotton bud tanpa menyentuh kepala penis agar tidak ngilu.
Sementara, untuk sunat tanpa jahitan, cukup bilas dengan air bersih dan keringkan secara lembut dengan tisu atau kain bersih. Selain itu, pastikan tangan yang akan membersihkan area sunat dalam keadaan bersih atau menggunakan sarung tangan sekali pakai jika diperlukan. Hindari menggunakan sabun yang terlalu keras atau mengandung pewangi yang bisa menyebabkan iritasi.
4. Berikan Obat Sesuai Anjuran Dokter

Obat yang diberikan biasanya berupa pereda nyeri, anti inflamasi, atau antibiotik untuk mencegah infeksi. Memberikan obat dengan benar dan sesuai jadwal akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat kencing dan mempercepat proses penyembuhan.
Pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dengan cermat dan tidak memberikan dosis lebih dari yang dianjurkan dokter. Anda juga bisa memberikan obat beberapa menit sebelum anak biasanya buang air kecil agar efeknya sudah bekerja saat anak melakukan aktivitas tersebut.
Jika anak mengalami reaksi tidak biasa setelah minum obat, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Bantu Anak Tetap Rileks dan Tidak Takut

Ketakutan anak bisa membuat otot di area sekitar penis menjadi kencang, sehingga membuat kencing jadi lebih sulit dan bahkan menyebabkan rasa sakit. Orang tua perlu memberikan dukungan dan semangat agar anak merasa aman dan tidak takut untuk buang air kecil. Suasana yang rileks membantu otot-otot tubuh tetap lemas sehingga aliran urine menjadi lebih lancar.
Anda juga bisa menemani anak saat buang air kecil agar dia merasa lebih tenang. Jika anak merasa takut atau sulit untuk buang air kecil, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dengan cerita atau permainan ringan sebelum dan selama prosesnya. Apresiasi berupa pujian atau hadiah kecil meningkatkan kepercayaan diri anak dalam melewati masa pemulihan dengan berani.
BACA JUGA : Infeksi yang Muncul Pasca Sunat
Sunat Metode Modern yang Aman
Kini berbagai metode sunat modern hadir untuk memberikan pengalaman yang lebih aman, nyaman, dan minim rasa sakit bagi anak. Setiap metode sunat modern bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi dan membuat proses sunat jadi lebih nyaman bagi anak.
Metode sunat tanpa jahitan khususnya semakin banyak dipilih orang tua karena memberikan kenyamanan ekstra. Teknik ini menggunakan alat khusus seperti klamp atau stapler yang menjepit kulit secara presisi, sehingga luka bisa menutup secara alami tanpa benang jahit.
Pemilihan metode sunat yang tepat juga harus disesuaikan dengan kondisi anak, usia, dan rekomendasi dari tenaga medis profesional. Seperti yang dilakukan oleh Klinik Asy-Syifa di wonogiri. Paduan teknologi canggih dan suasana ramah anak efektif mengurangi kecemasan buah hati sebelum serta sesudah prosedur.
Bingung cari tempat sunat modern yang aman dan nyaman untuk buah hati Anda? Kunjungi langsung Sunatpenak atau langsung hubungi untuk konsultasi gratis. Dapatkan pengalaman sunat yang menyenangkan dan hasil optimal untuk masa depan anak Anda daftarkan sekarang juga!


