Sunatpenak.com – Kenapa setelah sunat ada benjolan? Kebanyakan dari orang tua jika mendapati kondisi seperti itu akan langsung gelisah. Apakah kondisi ini normal saja? Perlukah anak diperiksa lagi?
Rasa khawatir seperti itu benar-benar wajar, karena sebagai orang tua pastinya ingin yang terbaik untuk kesehatan anak. Namun, tahukah Anda, jika adanya benjolan setelah sunat pada anak justru bagian dari proses penyembuhan itu sendiri.
Akan tetapi memang, ada juga kondisi yang perlu diperhatikan lebih serius. Nah, untuk itu artikel kali ini, Ayah dan Bunda akan mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan benjolan muncul pasca anak sunat, bagaimana cara membedakan antara benjolan yang normal dan tidak, serta apa yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua untuk membantu anak sembuh dengan baik.
Benjolan Pasca Sunat yang Normal
Benjolan yang muncul setelah sunat biasanya adalah bagian dari proses penyembuhan alami tubuh anak pasca menjalani prosedur sunat. Pada saat ada sayatan pada kulit kulup, tubuh akan secara otomatis bekerja untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Di tahap awal, bisa terjadi akumulasi cairan atau darah putih di sekitar area luka yang membuat bagian tersebut terasa sedikit membengkak dan seperti ada benjolan. Warna benjolan ini biasanya cenderung merah muda atau pink, bukan berwarna hitam pekat atau kemerahan yang menyebar luas.
Durasi benjolan normal juga bisa bervariasi tergantung usia anak dan metode sunat yang digunakan. Selama masa penyembuhan, benjolan normal tidak akan menyebabkan keluhan yang terlalu mengganggu.
Anak mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat area terkena gesekan atau saat dibersihkan, namun rasa tidak nyaman ini akan berkurang seiring waktu. Luka sekitarnya akan semakin kering, tidak mengeluarkan nanah atau darah segar, dan mulai membentuk lapisan kerak tipis yang menandakan penyembuhan berjalan baik.
Penyebab Benjolan Setelah Sunat
Kenapa ada benjolan setelah sunat? Sebenarnya banyak hal yang bisa membuat benjolan muncul setelah sunat, dan bukan berarti selalu ada masalah yang serius.
Ada yang karena tubuh sedang proses penyembuhan, ada juga yang karena reaksi terhadap bahan yang dipakai saat prosedur sunat, bahkan bisa jadi karena kondisi yang perlu diperiksakan lebih lanjut.
Jika Ayah dan Bunda tahu apa penyebabnya dengan jelas, hal itu bisa membuat hati lebih tenang dan tahu kapan harus mencari bantuan dokter. Berikut ini lima penyebab utama yang perlu Ayah dan Bunda pahami!
1. Cairan yang Menumpuk

Setelah kulup disayat saat sunat, tubuh langsung memperbaiki bagian yang terluka. Dalam prosesnya, tubuh kirim cairan dan sel-sel baru agar jaringan tumbuh kembali. Akumulasi cairan ini membuat bagian tersebut membengkak dan terasa seperti benjolan.
Pembengkakan karena cairan ini sangat umum, terutama dalam beberapa hari setelah sunat. Jika menggunakan metode stapler, bisa bertahan sampai satu bulan namun tetap normal. Kondisi ini biasanya tidak perlu diobati khusus, kecuali jika membuat anak sangat tidak nyaman.
Maka, untuk meredakan pembengkakan, bisa dengan dilakukan kompres dingin dalam 24 jam pertama setelah sunat. Setelah itu, kompres hangat membantu darah mengalir lancar dan cairan terserap cepat. Juga pastikan anak menggunakan celana dalam longgar supaya tidak menggesek area yang membengkak.
2. Tubuh Merespon Benang Jahitan

Jika sunat menggunakan benang jahitan, tubuh bisa bereaksi sehingga muncul benjolan kecil di sekitar tempat dijahit. Hal ini terjadi karena tubuh menyesuaikan diri dengan benang, atau sebagian benang belum bisa larut dengan baik.
Jenis benang yang dipakai berpengaruh ke lama benjolan hilang. Jika pakai benang yang bisa larut sendiri, benjolan biasanya hilang dalam 2-4 minggu. Namun jika benangnya tidak bisa larut, mungkin perlu dokter mengambilnya agar benjolan tidak terus ada atau membuat anak gatal.
3. Luka Sunat Terinfeksi

Infeksi adalah penyebab benjolan yang perlu diwaspadai. Kuman bisa masuk luka jika kebersihan area atau balutan tidak terjaga dengan baik. Gejala infeksi mudah dilihat dan perlu ditangani cepat agar tidak jadi masalah lebih parah.
Tanda-tanda infeksi meliputi benjolan yang membesar, bagian sekitarnya merah meluas, keluar cairan seperti nanah yang berbau, serta rasa sakit yang semakin parah. Anak juga bisa mengalami demam atau kesulitan buang air kecil.
Apabila ada tanda infeksi, segera bawa anak ke dokter. Dokter akan membersihkan luka dan mungkin memberikan antibiotik sesuai kebutuhan. Selain itu, untuk mencegahnya, jaga kebersihan area luka dengan air hangat dan sabun tanpa parfum, serta ganti balutan sesuai petunjuk dokter.
4. Kepala Penis Meradang (Balanitis)

Peradangan pada kepala penis yang disebut balanitis juga bisa menyebabkan benjolan setelah sunat. Kondisi ini terjadi karena area tersebut tidak dibersihkan dengan baik, sehingga kotoran, kuman, atau keringat menumpuk dan menyebabkan iritasi serta peradangan.
Anak yang mengalami balanitis biasanya merasa gatal atau tidak nyaman di bagian kepala penis. Selain benjolan, bagian tersebut juga bisa tampak merah dan sedikit membengkak. Jika tidak ditangani, balanitis bisa memperlama penyembuhan sunat dan meningkatkan risiko infeksi.
Cara mencegah balanitis cukup mudah, yaitu bersihkan area kepala penis setiap hari dengan benar. Gunakan air hangat dan sabun lembut, keringkan dengan handuk bersih dengan cara ditepuk perlahan.
5. Pembentukan Bekas Luka yang Menonjol

Setelah luka sunat benar-benar sembuh, terkadang tubuh membentuk bekas luka yang sedikit menonjol dan terasa seperti benjolan. Bentuk serta ukurannya bisa berbeda-beda, tergantung metode sunat yang digunakan dan kondisi kulit anak masing-masing.
Bekas luka seperti ini biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan dan hanya menjadi perhatian dari sisi penampilan. Hanya saja dalam beberapa kasus, bekas luka bisa sedikit menyempit dan membuat anak tidak nyaman, namun hal ini jarang terjadi.
Jika bekas luka mengganggu kenyamanan atau penampilan anak, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Ada beberapa pilihan perawatan untuk mengurangi tampilan bekas luka, atau tindakan kecil jika diperlukan.
BACA JUGA : Penyebab Smegma Muncul Setelah Anak Sunat
Layanan Sunat Modern untuk Anak
Sunat modern memberikan manfaat kesehatan jangka panjang untuk anak yang telah didukung oleh penelitian medis, seperti mempermudah perawatan kebersihan, menurunkan risiko infeksi saluran kemih, dan mencegah masalah pada penis di kemudian hari.
Di Sunatpenak, klinik Asy-Syifa Ngadirojo Wonogiri menghadirkan layanan sunat modern terbaik untuk buah hati Anda. Kami memahami sunat adalah momen penting bagi keluarga, sehingga setiap detail dirancang untuk memberikan pengalaman nyaman bahkan menyenangkan bagi anak.
Tim medis profesional kami terdiri dari dokter umum, perawat bedah terlatih, dan apoteker yang menangani setiap anak dengan pendekatan personal. Klinik dirancang dengan suasana ceria untuk mengurangi kecemasan anak, sementara teknologi canggih seperti bius oles yang digunakan agar prosedur minim rasa sakit dan hasil rapi.
Informasi lebih lanjut atau membuat janji temu, kunjungi website Sunatpenak atau hubungi kami melalui kontak yang ada di bawah ini!
Website Resmi : sunatpenak.com
Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681
Whatsapp : +6281 2264 1127


