Begini Cara Merawat Luka Sunat Bernanah Agar Cepat Kering

Sunatpenak.com – Bagaimana jika setelah anak sunat malah bernanah dan membuat anak merasa tidak nyaman?Ayah dan Bunda jangan khawatir, kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan yang tepat agar luka cepat kering dan sembuh total.

Luka sunat yang normal biasanya hanya mengeluarkan sedikit darah atau cairan bening dalam 1-2 hari pertama, lalu mulai mengering dan membentuk lapisan kulit tipis. Namun jika muncul cairan berwarna kuning pekat atau hijau yang berbau tidak sedap, kemerahan yang menyebar, atau nyeri yang semakin parah, itu bisa jadi tanda luka bernanah akibat infeksi.

Nah, bagi Ayah Bunda yang sedang menghadapi masalah ini pada buah hati atau ingin tahu cara menangani agar tidak terjadi komplikasi, simak selengkapnya berikut!

Kenali Ciri Luka Sunat yang Bernanah

Infeksi bakteri memicu luka sunat bernanah dengan tanda utama berupa peradangan penis, bercak merah yang menyebar, bengkak yang terasa hangat, serta nyeri berkepanjangan. Di sisi lain, luka sunat yang normal hanya akan sedikit kemerahan dan bengkak, serta rasa tidak nyaman yang berkurang seiring waktu. Selain peradangan, keluarnya cairan tidak biasa juga jadi tanda jelas kalau luka sudah bernanah.

Luka yang normal hanya mengeluarkan sedikit darah atau cairan bening dalam 1-2 hari pertama, lalu mulai mengering dan membentuk lapisan kulit tipis. Namun kalau luka sudah terinfeksi, akan keluar cairan berwarna kuning pekat atau hijau yang kadang berbau tidak sedap.

Kadang juga muncul pendarahan ringan yang tidak berhenti, atau jahitan yang terbuka atau lepas tanpa sebab, kondisi ini bisa membuat kuman semakin mudah masuk dan memperparah infeksi. Ada juga ciri lain yang perlu diwaspadai, terutama yang berkaitan dengan gangguan fungsi dan kondisi fisik.

Misalnya kesulitan saat buang air kecil, yang bisa jadi tanda adanya penyempitan saluran urin akibat infeksi yang tidak teratasi. Kadang juga muncul bengkak yang berwarna kehitaman atau rasa sakit yang semakin parah bahkan saat tidak disentuh.

Cara Merawat Luka Sunat Bernanah

Bagaimana cara merawat luka sunat bernanah agar cepat kering? Luka sunat bernanah memang membuat khawatir, namun dengan perawatan yang tepat dan teratur, Ayah dan Bunda bisa membantu luka sunat anak cepat kering dan sembuh tanpa komplikasi.

Dengan melakukan perawatan yang baik meliputi kebersihan luka, penggunaan obat yang tepat, hingga perhatian pada pola makan dan istirahat. Berikut ini langkah-langkah merawatnya yang perlu Ayah dan Bunda ketahui!

1. Menjaga Kebersihan Luka

Menjaga Kebersihan Luka

Sebelum menyentuh area luka, pastikan sudah cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air mengalir. Hal ini bertujuan untuk mencegah kuman masuk dan memperparah infeksi.

Bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes memicu luka sunat bernanah melalui tangan atau alat yang tidak steril. Jangan pernah menyentuh luka dengan tangan yang kotor, bahkan kalau anak merasa ingin memeriksa kondisinya.

Bersihkan luka setiap hari menggunakan air hangat dan sabun ringan tanpa pewangi atau larutan antiseptik. Caranya cukup sederhana, yaitu siram atau usap lembut area luka dengan larutan antiseptik menggunakan kapas atau kain bersih.

Setelah buang air kecil, jangan lupa bersihkan ujung penis dengan kapas yang dibasahi larutan antiseptik agar tidak ada sisa urine yang menempel dan menjadi sarang kuman. Lanjut, bersihkan, keringkan area luka dengan cara ditepuk lembut menggunakan kain bersih atau tisu yang tidak berbulu.

Jangan pernah menggosoknya karena bisa membuat luka semakin parah atau bahkan terbuka lagi. Jika dokter menyarankan untuk memakai perban, gantilah secara rutin setiap hari atau kalau sudah basah dan kotor. Perban yang bersih akan melindungi luka dari gesekan dan masuknya kuman.

2. Gunakan Obat dan Salep yang Tepat

Gunakan Obat dan Salep yang Tepat

Jika luka sudah bernanah, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan resep obat yang tepat. Gunakan salep sesuai dengan petunjuk dokter, oleskan secara merata pada permukaan luka dengan tangan yang bersih atau menggunakan kapas steril.

Selesaikan dosis obat sesuai instruksi meski kondisi membaik guna memastikan infeksi hilang total. Jika muncul efek samping seperti mual atau ruam, segera hubungi dokter untuk penyesuaian dosis.

3. Kompres Hangat dan Hindari Gesekan

Kompres Hangat dan Hindari Gesekan

Lakukan kompres hangat pada area luka untuk membantu meningkatkan aliran darah ke area luka, mengurangi pembengkakan, dan membantu keluarnya nanah secara alami. Setelah selesai, keringkan area luka kembali dengan cara ditepuk lembut.

Hindari segala bentuk gesekan pada area luka dengan mengenakan celana dalam yang longgar dan berbahan katun yang menyerap keringat. Jangan pakai celana jeans atau bahan sintetis yang terlalu ketat, karena bisa menyebabkan gesekan yang membuat luka semakin meradang atau bahkan terbuka lagi.

Jika perlu, anak bisa menggunakan pelindung khusus pada area luka agar tidak ada kontak langsung dengan pakaian. Istirahat yang cukup dan fokus pada pemulihan, karena tubuh membutuhkan energi untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

4. Pola Makan dan Cairan Tubuh

Pola Makan dan Cairan Tubuh

Konsumsi makanan kaya protein, vitamin C, dan zat besi untuk mempercepat pembentukan jaringan baru serta memperkuat sistem imun. Sedangkan vitamin C bisa anak dapatkan dari buah jeruk, stroberi, kiwi, atau sayuran seperti brokoli dan bayam. Zat besi dalam daging merah, hati, dan bayam mempercepat penyembuhan melalui pembentukan sel darah merah.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih cukup, minimal 8 gelas setiap hari. Cairan yang cukup membantu tubuh dalam mengangkut nutrisi ke area luka dan membuang zat sampah dari dalam tubuh.

Selain air putih, anak juga bisa mengkonsumsi jus buah alami tanpa tambahan gula, tapi hindari minuman manis seperti soda atau jus kemasan yang bisa memperlambat penyembuhan. Hindari makanan yang mengandung gula berlebih, makanan cepat saji, atau makanan yang terlalu pedas selama masa penyembuhan.

Makanan dengan gula tinggi bisa melemahkan sistem imun dan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi. Makanan pedas juga bisa menyebabkan iritasi pada area sekitar luka dan membuat rasa tidak nyaman semakin parah.

BACA JUGA : Berapa Lama Ngilu Setelah Sunat

Sunat Modern yang Aman dan Nyaman

Sunat modern adalah cara untuk memberikan pengalaman yang nyaman dan minim risiko bagi anak-anak, sehingga mereka tidak merasa takut atau tertekan saat menjalani proses ini. Metode sunat modern bekerja dengan cara yang lebih presisi, meminimalkan pendarahan dan mempercepat waktu penyembuhan.

Teknologi modern Klinik Asy-Syifa di Sunatpenak menjamin proses sunat minim nyeri dengan hasil estetik. Dukungan tim medis ahli dan lingkungan ramah anak membuat pasien merasa tenang dan nyaman. Sunatpenak menjadi pilihan tepat untuk layanan sunat aman dan nyaman tanpa rasa takut.

Kunjungi website resmi Sunatpenak untuk informasi metode modern, testimoni orang tua, dan prosedur pendaftaran. Jika ingin bertanya langsung atau menjadwalkan kunjungan, hubungi kami melalui tautan link di bawah ini!

Website Resmi : sunatpenak.com

Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681

Whatsapp :+6281 2264 1127

 

Hubungi Kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top