Apa Penyebab Infeksi Kemaluan Pria

Apa Penyebab Infeksi Kemaluan Pria? Jawabannya Ada di Sini

Sunatpenak.com – Infeksi kemaluan pria adalah masalah kesehatan yang patut mendapatkan perhatian serius. Tidak hanya berasal dari infeksi menular seksual (IMS), kondisi seperti uretritis non-gonore yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma genitalium atau balanitis akibat kurangnya kebersihan juga sering menjadi faktor pemicu.

Penyebab infeksi kemaluan pria meliputi berbagai aspek. Misalnya saja uretritis, jenis peradangan saluran kemih yang paling sering terjadi pada pria bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau bahkan iritasi akibat paparan zat kimia dari sabun mandi atau spermisida.

Di sisi lain, data menunjukkan kasus infeksi lebih banyak ditemukan pada pria dengan kondisi kulup lengket (fimosis), yang menunjukkan hubungan erat antara kebersihan area kemaluan dan risiko terjadinya penyakit. Hal ini juga menjadi alasan penting bagi setiap pria untuk mulai memperhatikan kesehatan kemaluan sejak usia muda.

Dalam artikel kali ini, Anda akan mengetahui secara rinci berbagai penyebab infeksi kemaluan pria faktor risiko yang perlu diwaspadai, serta bagaimana prosedur sunat modern dapat membantu mencegah masalah kesehatan kemaluan dalam jangka panjang.

Penyebab Infeksi Kemaluan Pria

Jadi apa penyebab infeksi kemaluan pria sebenarnya? Infeksi kemaluan pria bisa muncul dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Sebagian besar kasus berasal dari infeksi menular seksual (IMS), namun kasus non-IMS juga menjadi perhatian karena sering tidak terdeteksi dini.

Kurangnya edukasi mengenai kebersihan area genital dan pola hidup yang tidak sehat sering kali memperburuk kondisi ini tanpa disadari. Padahal, mengabaikan gejala kecil dapat memicu komplikasi serius yang mengganggu fungsi reproduksi di masa depan.

Maka dari itu, memahami setiap penyebab sejak dini membantu kita mengenali risiko dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut berbagai penyebab infeksi kemaluan pada pria!

1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Penularan terjadi melalui kontak seksual vaginal, anal, atau oral, bahkan ketika pasangan tidak menunjukkan gejala apapun. Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyerang saluran kemih, rektum, atau tenggorokan.

Bakteri ini cepat menyebar dan dapat menyebabkan keluarnya nanah dari penis, nyeri saat buang air kecil, serta pembengkakan pada area sekitar kelamin. Jika tidak diobati, gonore bisa menyebar ke bagian lain tubuh seperti sendi atau hati, bahkan menyebabkan masalah kesuburan.

Sifilis berasal dari bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir yang rusak. Infeksi ini berlangsung dalam tiga tahap.

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) yang menyebabkan lepuhan menyakitkan pada area kemaluan dan bisa kambuh berkali-kali sepanjang hidup. Virus ini tetap berada dalam tubuh meskipun gejala sudah hilang, sehingga berpotensi menularkan infeksi kapan saja.

2. Uretritis Non-Gonore

Uretritis Non-Gonore

Ini adalah peradangan pada saluran kemih yang tidak disebabkan oleh bakteri gonore, namun tetap menjadi masalah kesehatan kemaluan yang umum terjadi pada pria. Penyebab lain termasuk bakteri Ureaplasma urealyticum, parasit Trichomonas vaginalis, hingga virus seperti herpes simpleks dan adenovirus.

Kondisi yang sering dianggap sebagai bagian dari IMS, namun juga bisa muncul akibat faktor non-seksual. Faktor risiko utama untuk uretritis non-gonore meliputi memiliki lebih dari satu pasangan seksual dalam sebulan, hubungan seksual dengan pasangan baru, atau riwayat infeksi menular seksual sebelumnya.

Gejala uretritis non-gonore mirip dengan infeksi lain, seperti keluarnya cairan dari penis, nyeri saat buang air kecil, dan rasa gatal atau terbakar di area kelamin. Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis membutuhkan tes laboratorium untuk mengidentifikasi patogen penyebab.

3. Balanitis dan Masalah Kulup

Balanitis dan Masalah Kulup

Balanitis adalah peradangan pada kulup atau kepala penis yang sering terjadi pada pria yang belum disunat, anak di bawah usia 4 tahun, atau pria dengan kondisi tertentu seperti diabetes. Adapun untuk penyebab utama balanitis yaitu infeksi bakteri atau jamur yang tumbuh karena kurangnya kebersihan pada area kemaluan.

Kotoran dan sisa urine yang menumpuk di bawah kulup menjadi media pertumbuhan bagi mikroorganisme berbahaya, sehingga menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman. Selain infeksi, balanitis juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti penggunaan sabun batang yang membuat kulit penis kering dan iritasi, alergi, hingga konsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik.

Kondisi kulup lengket (fimosis) memperparah risiko balanitis dan infeksi kemaluan lainnya, karena sulitnya membersihkan area di bawah kulup secara menyeluruh. Pria dengan fimosis sering mengalami kesulitan saat membuka kulup, sehingga kotoran dan cairan menumpuk dan menyebabkan iritasi serta infeksi berulang.

4. Masalah pada Struktur Reproduksi

Masalah pada Struktur Reproduksi

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu bagian struktur reproduksi pria yang berfungsi menyimpan dan mengangkut sperma yang bisa menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan pada area testis.

IMS seperti klamidia atau gonore biasanya memicu epididimitis pada pria muda, sementara bakteri saluran kemih seperti E. coli umumnya menyerang pria lansia atau mereka yang tidak aktif secara seksual.

Gejala epididimitis meliputi nyeri, bengkak, dan kemerahan pada skrotum, serta sakit saat berkemih atau ejakulasi. Tanpa penanganan, kondisi ini berisiko memicu abses, kerusakan epididimis, hingga kemandulan akibat rusaknya saluran sperma.

5. Faktor yang Meningkatkan Risiko Infeksi

Faktor yang Meningkatkan Risiko Infeksi

Sistem imun yang lemah menjadi faktor penting yang membuat pria lebih rentan terhadap infeksi kemaluan. Kondisi seperti HIV/AIDS, sampai diabetes yang tidak terkontrol. Pria dengan sistem imun lemah juga lebih sulit sembuh dari infeksi dan berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius.

Cedera pada area kemaluan, baik akibat kecelakaan, olahraga, atau aktivitas seksual yang terlalu kasar, bisa merusak kulit atau selaput lendir dan membuka jalan bagi bakteri atau virus untuk masuk ke dalam tubuh. Cedera yang tidak ditangani dengan benar juga bisa menyebabkan infeksi sekunder yang memperparah kondisi.

Konsumsi antibiotik berlebihan merusak keseimbangan mikroba alami genital dan memicu infeksi jamur atau bakteri. Selain itu, gaya hidup buruk seperti merokok, alkohol, dan kurang olahraga memperlemah kesehatan tubuh serta memperbesar risiko infeksi.

BACA JUGA : Deretan Risiko Tidak Sunat Bagi Kesehatan Pria

Cegah Infeksi Kemaluan Sejak Dini

Pencegahan dini melalui kesehatan alat vital pria harus dimulai sejak kecil demi manfaat jangka panjang. Sunat mempermudah pembersihan area tersebut karena menghilangkan lipatan kulup yang berisiko menjadi sarang kotoran dan bakteri.

Investasikan masa depan anak melalui kesehatan alat vital dengan prosedur sunat yang tepat. Sunatpenak menghadirkan layanan sunat modern berstandar medis tinggi yang menjamin keamanan serta kenyamanan buah hati Anda.

Kami mengerti bahwa memutuskan untuk melakukan sunat pada anak bisa menjadi keputusan yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Tim kami siap menjawab kekhawatiran Ayah dan Bunda dengan informasi yang jelas dan akurat.

Melalui fasilitas medis modern dan sterilisasi ketat, kami menjamin prosedur sunat yang aman sesuai standar nasional. Butuh informasi lebih lanjut atau melakukan janji temu untuk konsultasi? Anda bisa menghubungi kami melalui tautan link di bawah ini!

Website Resmi : sunatpenak.com

Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681

Hubungi Kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top