risiko tidak sunat

Jangan Abaikan! Inilah Risiko Tidak Sunat Bagi Kesehatan Pria

Sunatpenak.com – Bicara tentang risiko tidak sunat, Ayah dan Bunda tentu setuju bahwa keputusan untuk tidak melakukan sunat juga memiliki dampak nyata bagi kesehatan anak laki-laki di masa kini dan mendatang.

Selain masalah infeksi, risiko tidak sunat juga mencakup kondisi kesehatan yang lebih serius. Tentu saja, menjaga kebersihan dapat membantu mengurangi sebagian risiko tersebut, namun tidak dapat menghilangkannya secara total.

Maka dari itu, pemahaman yang benar tentang dampak kesehatan tidak sunat menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang sedang mempertimbangkan untuk menjalani prosedur atau orang tua yang merencanakan sunat bagi anaknya.

Di sinilah peran layanan profesional dapat menjadi solusi aman dan nyaman untuk menjaga kesehatan pria. Penjelasan lebih lengkap, baca berikut ini!

Risiko Kesehatan Tidak Sunat Bagi Pria

Meskipun keputusan untuk melakukan sunat atau tidak menjadi pilihan pribadi, namun pemahaman tentang dampak kesehatan yang mungkin muncul tidak bisa disepelekan. Keputusan untuk tidak melakukan sunat juga memiliki implikasi kesehatan yang signifikan bagi pria.

Berbagai lembaga kesehatan dunia dan nasional menyatakan tentang dampak kesehatan dari tidak menjalani prosedur sunat, yang perlu menjadi pertimbangan penting bagi setiap individu dan keluarga. Meskipun menjaga kebersihan area genital dapat membantu mengurangi sebagian risiko tersebut, upaya tersebut tidak dapat menghilangkan potensi masalah kesehatan secara total. Berikut ini adalah beberapa risiko tidak sunat yang perlu diketahui!

1. Risiko Infeksi Menular Seksual

Risiko Infeksi Menular Seksual

Pria tidak disunat memiliki risiko lebih besar terkena HIV dibandingkan yang sudah disunat. Selain HIV, mereka juga lebih rentan terhadap sifilis, gonore, klamidia, herpes genital, dan Human Papillomavirus (HPV).

Kulup yang menutupi kepala penis membuat lingkungan area tersebut jadi lembab dan gelap, sehingga jadi tempat ideal bagi bakteri dan virus berkembang biak. Tidak hanya berdampak pada diri sendiri, pria tidak disunat juga meningkatkan risiko penularan pada pasangan.

2. Risiko Kanker Penis dan Prostat

Risiko Kanker Penis dan Prostat

Kanker penis merupakan kondisi yang jarang terjadi secara global, namun data menunjukkan perbedaan risiko yang signifikan antara pria disunat dan tidak disunat.

Kotoran yang menumpuk secara teratur di bawah kulup menjadi faktor utama dalam terjadinya peradangan kronis pada area genital. Kotoran yang dikenal sebagai smegma mengandung zat-zat yang dapat mengiritasi kulit kepala dan bagian dalam kulup penis.

Jika tidak dibersihkan secara menyeluruh dan teratur, iritasi berulang akan menyebabkan peradangan yang menetap, yang pada gilirannya merusak sel-sel sehat dan meningkatkan kemungkinan mutasi sel yang berkembang menjadi kanker. Proses ini diperparah oleh sulitnya mengakses area bawah kulup untuk membersihkannya secara menyeluruh.

Selain faktor kebersihan, Human Papillomavirus (HPV) juga berperan penting dalam perkembangan kanker penis pada pria tidak disunat. Virus ini berkembang dengan optimal di lingkungan lembab dan terlindungi yang disediakan oleh kulup.

3. Masalah Kulup yang Mengganggu

Masalah Kulup yang Mengganggu

Fimosis dan paraphimosis adalah kondisi yang sering terjadi pada pria tidak disunat. Fimosis adalah kondisi kulup tidak bisa ditarik ke belakang, sedangkan parafimosis adalah kulup yang tersangkut setelah ditarik dan menghambat aliran darah.

Kedua kondisi itu dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat dan bahkan memerlukan penanganan medis darurat. Selain kelainan kulup, peradangan juga menjadi masalah umum.

Balanitis atau peradangan kepala penis, posthitis yaitu peradangan kulup, dan balanoposthitis yang merupakan peradangan pada kedua bagian sering muncul akibat kurangnya kebersihan.

Gejalanya meliputi kemerahan, bengkak, rasa gatal, dan keluarnya cairan tidak normal dari area genital. Masalah kulup dan peradangan tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup.

4. Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Pria tidak disunat memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kencing (ISK). Kebersihan kulup yang buruk memicu penumpukan bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK) dengan gejala nyeri, sering kencing, atau urine berdarah.

Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke ginjal. Meski kebersihan membantu, faktor medis lain tetap bisa memicu infeksi ini. Faktor lain seperti sistem kekebalan tubuh, gaya hidup, dan kondisi kesehatan lainnya juga berperan dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap infeksi. Sunat dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko secara keseluruhan.

5. Kesulitan Menjaga Kebersihan Genital

Kesulitan Menjaga Kebersihan Genital

Penis tidak disunat membutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga kebersihan. Pada bagian belakang dan bawah kulup sering terlewat saat pembersihan, sehingga kotoran dan bakteri mudah menumpuk.

Jika tidak dibersihkan secara teratur, kotoran tersebut dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan bahkan masalah kesehatan jangka panjang. Cara membersihkan penis tidak disunat juga perlu dilakukan dengan benar.

Pembersihan harus dilakukan setiap kali selesai buang air kecil dan setelah berhubungan seksual. Bahkan dengan perawatan yang tepat, menjaga kebersihan penis tidak disunat tetap lebih sulit dibandingkan yang sudah disunat.

Kulup yang ada membuat area genital lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri dan virus, sehingga risiko masalah kesehatan tetap ada meskipun sudah melakukan upaya kebersihan yang maksimal.

Pentingnya Menjaga Kebersihan untuk Pria

Kebersihan genital adalah kebutuhan dasar bagi pria, terutama anak yang belum disunat karena berpengaruh langsung pada pencegahan penyakit dan kualitas hidup secara menyeluruh. Cara membersihkan area genital perlu dilakukan dengan benar agar efektif dan tidak menyebabkan iritasi.

Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras karena dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan iritasi. Setelah dibersihkan, keringkan area tersebut dengan lembut menggunakan handuk bersih dan kembalikan kulup ke posisi semula secara perlahan.

Meskipun kebersihan yang teratur dapat mengurangi sebagian besar risiko masalah kesehatan, hal ini tidak dapat menghilangkan risiko secara total seperti yang diberikan oleh sunat. Kulup yang ada tetap bisa membuat ruang tersembunyi yang sulit dijangkau, bahkan dengan perawatan yang maksimal. Selain itu, faktor lain seperti sistem kekebalan tubuh, gaya hidup, dan paparan bakteri atau virus dari lingkungan juga berperan dalam menjaga kesehatan genital.

BACA JUGA : Penyebab Bau Busuk Setelah Sunat

Solusi Sunat yang Ramah Anak

Banyak anak merasa cemas bahkan takut jika menjalani sunat, padahal proses ini bisa dibuat lebih menyenangkan dengan pendekatan yang tepat. Konsep sunat ramah anak kini telah banyak diterapkan di klinik terpercaya, di mana suasana dan pelayanan dirancang khusus untuk membuat anak merasa nyaman dan tenang.

Klinik sunat di sunatpenak menghadirkan layanan sunat modern dengan sentuhan yang sangat memperhatikan kebutuhan anak-anak. Klinik ini menggunakan teknologi terkini yang membuat proses sunat minim rasa sakit, dengan pilihan bius oles, bius lem khusus, atau bius long time sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Tim medis yang terdiri dari dokter umum berpengalaman, perawat bedah terlatih, dan apoteker siap memberikan pelayanan personal, karena mereka memahami setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Hingga awal tahun 2025, lebih dari 16.574 anak telah memilih layanan di sini.

Sunat bukan hanya tentang kesehatan, tapi juga tentang memberikan pengalaman positif yang akan berdampak baik bagi perkembangan anak di masa depan. Di Sunatpenak, anak bisa mendapatkan layanan sunat modern yang aman, nyaman, dan menyenangka, juga lengkap dengan dukungan tim profesional yang siap membantu.

Butuh informasi lebih lanjut, konsultasi gratis, atau membuat janji temu, silakan hubungi melalui kontak yang tersedia berikut ini!

Website Resmi : sunatpenak.com

Alamat : Klinik Asy-syifa Ngadirojo Wonogiri Manggis, 1 No.11, Manggis, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57681

Hubungi Kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top