Jahitan Sunat Lepas Apakah Berbahaya

Jahitan Sunat Lepas Apakah Berbahaya? Simak Penjelasan Ini

Sunatpenak.com – Jahitan sunat lepas apakah berbahaya? Baik untuk anak yang menggunakan metode sunat konvensional maupun metode modern yang minim jahitan. Kekhawatiran seperti ini tentu adalah hal yang wajar.

Adanya berbagai metode sunat yang menawarkan proses tanpa jahitan atau dengan risiko komplikasi yang lebih rendah, namun untuk metode yang masih menggunakan jahitan yang perlu dilepas secara manual, kasus jahitan yang lepas sebelum waktu tetap kerap terjadi.

Banyak orang tua yang bingung apakah kondisi tersebut berbahaya dan memerlukan penanganan khusus, atau justru bagian dari proses penyembuhan yang normal? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut!

Penyebab Jahitan Sunat Bisa Lepas

Jadi, jahitan sunat lepas apakah berbahaya? Sebelum membahas itu, yuk simak terlebih dahulu penyebab kenapa jahitan sunat anak bisa lepas.

Sebab, jahitan sunat yang lepas sebelum waktu yang diharapkan bukanlah kasus yang jarang terjadi, bahkan pada metode sunat yang sudah semakin modern. Faktor-faktor yang menyebabkan hal ini bisa berasal dari aktivitas anak, perawatan yang tidak tepat, dan kondisi kesehatan anak. Berikut terdapat lima faktor utama yang perlu Anda perhatikan!

1. Aktivitas Fisik Berlebihan

Aktivitas Fisik Berlebihan

Adanya aktivitas fisik yang tidak sesuai dengan tahap penyembuhan dapat memberikan tekanan berlebih pada area luka sunat. Tekanan yang terjadi akibat gerakan kasar dapat menarik atau merobek jahitan dari jaringan yang sedang menyatu.

Pada tahap awal penyembuhan, yaitu di 1-3 hari pasca-sunat, luka masih sangat lemah dan belum terbentuk jaringan ikat yang kuat. Setiap bentuk tekanan pada area tersebut bisa mengganggu proses penyembuhan dan membuat jahitan mudah lepas.

Selain itu, posisi duduk yang tidak tepat atau terlalu lama dalam satu posisi juga bisa menjadi penyebab. Menggunakan kursi yang terlalu keras atau duduk dengan menyilangkan kaki dapat memberikan tekanan pada area kemaluan, sehingga meningkatkan risiko jahitan lepas.

2. Kebersihan Area Luka Sunat

Kebersihan Area Luka Sunat

Kuman, bakteri, atau jamur yang menumpuk pada area lembap dan tidak bersih akan merusak jaringan yang sedang tumbuh baru. Hal ini membuat jahitan tidak dapat menempel dengan baik pada kulit dan mudah terlepas sebelum waktu.

Area luka sunat yang sering terkena cairan seperti urine atau keringat tanpa segera dibersihkan akan menjadi lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Selain itu, penggunaan pembalut atau celana dalam yang tidak bersih juga bisa membawa kuman ke area luka.

Bahkan jika jahitan sudah terpasang dengan baik, infeksi yang terjadi bisa membuatnya lepas dan memperparah kondisi luka. Kelembapan yang berlebihan pada area luka juga dapat memperlambat proses penyembuhan dan membuat jahitan menjadi lembek. Luka yang selalu basah akan sulit untuk menyatu dan membuat jahitan tidak stabil.

3. Kebiasaan Menggaruk

Kebiasaan Menggaruk

Selama proses penyembuhan, tubuh akan menghasilkan zat kimia yang menyebabkan rasa gatal pada area luka. Hal ini merupakan kondisi normal dari proses penyembuhan karena jaringan baru sedang terbentuk dan saraf mulai berfungsi kembali.

Namun, rasa gatal yang berlebih juga membuat anak ingin menggaruk area tersebut. Menggaruk area luka dengan tangan yang tidak bersih tidak hanya menyebabkan jahitan lepas tetapi juga meningkatkan risiko infeksi.

Kuman yang menempel pada tangan akan masuk ke dalam luka yang terbuka dan menyebabkan peradangan. Bahkan jika hanya sedikit menggaruk, tekanan yang diberikan bisa cukup untuk merobek jahitan yang masih lemah.

Selain itu, penggunaan sabun atau produk pembersih yang mengandung bahan kimia keras juga bisa menyebabkan iritasi dan rasa gatal yang lebih parah. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung pewangi saat membersihkan area luka.

4. Pemilihan Tempat Sunat

Pemilihan Tempat Sunat

Tempat sunat yang baik tentunya memiliki sistem manajemen peralatan yang jelas dan sesuai dengan peraturan kesehatan. Kondisi lingkungan tempat sunat juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Ruangan tindakan harus bersih, kering, dan memiliki sistem ventilasi yang baik untuk mencegah penumpukan kuman atau bakteri. Fasilitas sanitasi seperti kamar mandi dan tempat cuci tangan harus mudah diakses dan selalu dalam kondisi bersih.

Selain itu, pastikan tempat sunat menyediakan peralatan dan obat-obatan darurat yang siap digunakan kapan saja. Lingkungan yang nyaman dan terawat juga akan membantu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien, terutama anak-anak yang akan menjalani prosedur sunat.

5. Kondisi Kesehatan Anak

Kondisi Kesehatan Anak

Anak dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami jahitan lepas. Diabetes dapat memperlambat proses penyembuhan luka karena gangguan pada sirkulasi darah dan kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol akan membuat jaringan lemah dan sulit untuk menyatu dengan baik. Daya tahan tubuh yang rendah akibat penyakit lain atau kurangnya nutrisi juga dapat mempengaruhi proses penyembuhan.

Tubuh yang lemah tidak dapat menghasilkan sel-sel baru dengan cepat untuk memperbaiki luka, sehingga jahitan akan lebih lama untuk menempel dan lebih mudah lepas. Kurangnya konsumsi makanan bergizi seperti protein, vitamin C, dan zat besi dapat memperparah kondisi ini.

Pada beberapa kasus, penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid juga bisa memperlambat penyembuhan luka dan membuat jahitan mudah lepas. Oleh karena itu, anak dengan kondisi kesehatan tertentu harus memberitahu dokter sebelum menjalani prosedur sunat supaya dapat diberikan penanganan yang sesuai.

Cara Mengatasi Jahitan Sunat yang lepas

Segera lakukan langkah pertama dengan menjaga kebersihan area bekas sunat. Jika diperlukan, oleskan larutan antiseptik seperti povidone iodine sesuai petunjuk dokter, lalu tutupi dengan perban steril untuk melindungi luka dari kontaminasi.

Perhatikan kondisi luka secara cermat dan atur pola hidup untuk mendukung penyembuhan. Gunakan celana dalam yang longgar dan berbahan lembut untuk menghindari gesekan yang dapat memperparah kondisi atau menyebabkan perdarahan kembali.

Segera hubungi dokter atau tenaga medis jika menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Ciri-ciri yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan yang tidak dapat dihentikan, keluarnya nanah atau cairan dengan bau tidak sedap, kemerahan dan pembengkakan yang semakin parah, serta rasa nyeri yang tak kunjung membaik atau disertai demam.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat, seperti membersihkan luka secara menyeluruh, memberikan obat antibiotik jika terjadi infeksi, atau melakukan penjahitan ulang jika diperlukan.

BACA JUGA : Infeksi Sunat yang Berbahaya

Layanan Sunat Anak Aman dan Nyaman

Sekarang ini, layanan sunat anak terus berkembang dengan menerapkan teknologi modern yang fokus pada keamanan dan kenyamanan, sehingga proses sunat tidak lagi menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak. Klinik yang menyediakan layanan sunat anak berkualitas akan selalu mengutamakan standar keamanan medis yang ketat.

Dengan menggunakan metode modern seperti atau bius oles yang minim nyeri dan perdarahan, serta alat-alat medis sekali pakai yang terjamin sterilisasinya. Selain itu, lingkungan klinik dibuat dengan suasana yang ceria dan ramah anak.

Tim medis yang menangani sunat anak juga harus memiliki keahlian khusus dan pengalaman dalam menangani anak-anak. Beberapa klinik bahkan menyediakan layanan konsultasi pra-sunat untuk menjawab semua pertanyaan orang tua dan membantu anak memahami proses yang akan dilalui dengan cara yang mudah dimengerti.

Ingin memberikan pengalaman sunat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi buah anak Ayah dan Bunda? Kunjungi Sunatpenak untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan sunat modern yang ada. Segera hubungi kami untuk konsultasi atau membuat janji temu, dengan klik link di bawah ini!

 

Hubungi Kami

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top