Jika Anda baru saja menjalani sunat atau memiliki anak yang baru saja menjalani sunat, Anda mungkin pernah mengalami kesulitan saat anak Anda buang air kecil. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak sulit pipis setelah sunat. Artikel ini akan memberi Anda pemahaman dan pemecahan masalah untuk membantu Anda memahami apa yang perlu dilakukan jika anak Anda mengalami kesulitan pipis setelah sunat.

Dalam banyak kasus, kesulitan pipis setelah sunat pada anak terjadi karena adanya jaringan parut di sekitar area penis anak Anda. Saat operasi sunat dilakukan, kulit penis dibelah untuk mengeluarkan kulup. Setelah prosedur selesai, luka tersebut akan sembuh dan membentuk jaringan jenis baru yang disebut jaringan parut. Jaringan parut ini dapat menyebabkan stenosis atau penyempitan uretra, sehingga anak Anda mengalami kesulitan saat hendak buang air kecil.

Beberapa anak mengalami pembengkakan setelah sunat yang menyebabkan jaringan parut yang mengelilingi uretra menekan uretra, sehingga mengganggu aliran urine. Sulitnya anak buang air kecil setelah sunat bisa terjadi secara langsung setelah prosedur, atau dalam beberapa kasus, beberapa hari setelah operasi. Jika anak Anda belum bisa buang air kecil sepenuhnya selama lebih dari 12 jam setelah operasi, segera konsultasikan ke dokter atau klinik khitan yang Anda percayai.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mengatasi kesulitan anak Anda buang air kecil setelah menjalani sunat:

  1. Banyak minum air putih Kurangi minuman bersoda, kopi, atau teh, dan berikan anak Anda air putih yang cukup untuk diminum.
  2. Lakukan teknik bawah air Tempatkan bokong anak Anda di dalam air dalam dasar bak mandi atau ember, sehingga air menutupi area penis yang terkena luka. Ini membantu meredakan peradangan dan nyeri, dan juga merangsang anak Anda untuk buang air kecil.
  3. Hindari makanan atau minuman menyebabkan iritasi. Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan iritasi pada sistem kemih anak Anda.
  4. Jika setelah melakukan tips di atas, anak Anda masih mengalami kesulitan buang air kecil, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau klinik khitan yang terpercaya.

kesulitan anak buang air kecil setelah sunat adalah hal yang wajar terjadi. Namun, sebagai orang tua, Anda harus memperhatikan kondisi dan kesehatan anak Anda. Dengan memberikan perhatian ekstra pada anak Anda setelah menjalani sunat, Anda dapat membantu mengatasi masalah sulit pipis setelah sunat dan memastikan kesehatannya terjaga.


Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan pipis setelah menjalani sunat, di antaranya:

  1. Jaringan parut Setelah dilakukan sunat, kulit penis anak akan dibelah dan kemudian akan sembuh membentuk jaringan parut. Jaringan parut ini dapat menyempitkan saluran kencing (uretra) dan mengganggu aliran urine.
  2. Pembekuan darah Setelah sunat, beberapa anak mungkin mengalami pembekuan darah atau hematoma di sekitar penis. Pembekuan darah ini dapat memberikan tekanan pada uretra dan menyebabkan kesulitan saat anak hendak buang air kecil.
  3. Peradangan atau infeksi Setiap operasi dapat menimbulkan risiko peradangan atau infeksi. Jika infeksi terjadi di sekitar penis anak, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kesulitan saat anak hendak buang air kecil.
  4. Stres Setelah menjalani operasi, anak Anda mungkin merasa stres atau cemas yang tinggi karena merasakan rasa sakit dan nyeri. Ini bisa membuatnya sulit untuk buang air kecil atau biasa disebut inkontinensia psikologis.
  5. Adhesi apatikalis Ini bisa terjadi pada bayi yang sunat dilakukan sebelum umur 6 bulan. Adhesi apatikalis bisa terjadi ketika kulit penis tidak merapat dan menyatu dengan glans secara sempurn. Ada beberapa kemungkinan adhesi apatikalis, mulai dari adhesi parsial, adhesi yang hanya terjadi pada satu sisi penis, hingga adhesi total.

Dalam beberapa kasus, kesulitannya dapat ditangani dengan teknik-teknik penanganan yang dapat dilakukan di rumah. Namun, jika anak Anda mengalami kesulitan buang air kecil yang parah setelah beberapa hari, lebih baik Anda meminta nasihat dokter untuk membantu menyelesaikan kondisi anak Anda.


Jika anak Anda mengalami kesulitan buang air kecil setelah menjalani operasi sunat, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut:

  1. Ajak anak Anda minum air putih yang cukup Pastikan anak Anda minum air putih yang cukup setiap hari. Hindari memberi minuman seperti soda, kopi, teh dan minuman yang mengandung alkohol. Air putih membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membersihkan sistem kemih.
  2. Bantu anak Anda melakukan teknik relaksasi saat buang air kecil Banyak anak mungkin merasa kesulitan buang air kecil setelah menjalani operasi sunat karena rasa takut atau nyeri yang masih dirasakan. Buktikan padanya bahwa buang air kecil aman dan menjadi kebiasaan sehari-hari. Ajak anak Anda untuk mengambil napas lambat dan dalam saat pipis.
  3. Lakukan teknik bawah air atau menghangatkan daerah sekitar penis Cobalah teknik bawah air dengan menyelamkan punggung anak Anda atau daerah yang terkena luka pada air hangat. Hal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan rasa nyeri. Anda juga bisa menggunakan handuk yang dibasahi dengan air hangat untuk membungkus dataran rendah bagian tubuh anak Anda.
  4. Mendorong anak Anda untuk mencoba pipis pada posisi berbeda Mengubah posisi mungkin juga dapat membantu anak Anda lebih mudah dan nyaman ketika melakukan pipis setelah operasi. Anak Anda bisa mencoba pipis sambil duduk atau jongkok.
  5. Hindari memberikan makanan yang berpotensi menyebabkan iritasi pada sistem kemih Hindari makanan dan minuman yang dapat membuat sistem kemih anak Anda lebih parah, seperti pedas, minuman kafein, makanan asam, atau makanan pedas.
  6. Berkonsultasi dengan dokter atau profesional medis Jika anak Anda terus kesulitan buang air kecil setelah menjalani operasi sunat selama beberapa hari atau mengalami gejala lain seperti demam, segeralah periksakan ke dokter atau profesional medis yang dapat memberikan perawatan yang lebih spesifik.

Dalam kebanyakan kasus, anak mengalami kesulitan pipis setelah sunat akan membaik dalam beberapa hari setelah operasi. Namun, jika Anda memerhatikan hal-hal yang mencurigakan terkait kesehatan anak Anda, segera periksakan ke dokter atau profesional medis untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Klinik dan Khitan Asy Syifa Ngadirojo

Alamat : Jl. Manggis RT 01 RW 11, Ngadirojo Kidul, Kec. Ngadirojo, Wonogiri

081 2264 1127

www.sunatpenak.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *